Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Peserta Live in Journey Jajal Mesin Pencacah dan Fermentasi Rumput

Iklan Landscape Smamda
Peserta Live in Journey Jajal Mesin Pencacah dan Fermentasi Rumput
pwmu.co -
Peserta Live in Journey Muhammad Faris Habibi mencoba mesin pencacah rumput Pakchong milik Usnia dan Iwan Rosidin. (Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

Fermentasi

Akhirnya, Iwan mengajari anak-anak membuat pakan silase dari rumput Pakchong. Ini dimulai dari proses mencacah rumput Pakchong dengan mesin. Satu per satu siswa mencoba memasukkan rumput Pakchong ke mesin tersebut.

Setelah itu, Iwan mengajak anak-anak meracik pangan untuk difermentasi. Dia arahkan anak-anak memasukkan rumput Pakchong yang sudah tercacah ke tong, lalu dicampur dengan cairan E4 dan tetes tebu. “Ayo yang paling gendut siapa? Ini diinjak!” ajak Iwan

Muhammad Fajar Ramadhansyah dan Muhammad Faris Habibi mengacungkan tangan. Begitupula salah satu siswa MIM 10 Jombang yang berbadan besar. Mereka bergantian menginjak campuran itu agar tong terisi penuh.

“Diperem istilahnya, didiamkan anaerob (tanpa udara). Supaya kedap udara, menatanya harus full. Biar bakteri jelek gak ikut masuk,” terang Usnia.

Sambil menunjuk hasil campuran itu, Usnia menerangkan, “Ini adalah solusi buat para peternak kalau rumput tidak melimpah. Kita olah biar ternak tetap makan tapi kita gak perlu ngarit setiap hari.”

Proses fermentasi itu kata Usnia minimal selama 7 hari. “Tidak boleh dibuka. Kalau sudah dibuka, harus langsung habis dalam tujuh hari. Kalau nggak, selebihnya busuk,” imbuhnya.

Adapun fungsi masing-masing bahan juga Usnia paparkan. “E4 sumber bakteri. Tetes tebu untuk suplai makanan bakteri dari E4. Dedek untuk menyerap kadar air dalam rumput,” jelasnya, Rabu (20/12/2023). (*)

Penulis Sayyidah Nuriyah Editor Mohammad Nurfatoni

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu