Kerumunan siswa memadati halaman Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya yang lebih dikenal dengan sebutan Sekolah Kreatif Baratajaya, Selasa (10/2/2026) pukul 08.00 WIB. Sejak pagi, suasana sekolah tampak berbeda dari hari-hari biasanya.
Barisan siswa kelas I hingga VI berdiri rapi dengan wajah penuh antusias. Momen tersebut menandai dimulainya kegiatan E-Voting pemilihan ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kids, sebuah agenda tahunan yang dikemas sebagai pesta demokrasi sekolah sekaligus sarana pendidikan kepemimpinan sejak dini.
Di Sekolah Kreatif Baratajaya, IPM Kids tidak hanya dipahami sebagai organisasi siswa semata. Program ini dikembangkan menjadi Student Lighthouse Team (SLhT), sebuah model kepemimpinan siswa yang diadaptasi dari kurikulum Leader in Me.
Pendekatan tersebut menekankan pembentukan karakter kepemimpinan berbasis 7 Habits of Highly Effective People yang diselaraskan dengan nilai-nilai Islam serta visi pendidikan Muhammadiyah. Melalui SLhT, siswa tidak hanya belajar memimpin, tetapi juga dibina menjadi warga sekolah yang bertanggung jawab dan peduli.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang hangat oleh Master of Ceremony (MC), Fancy Anggraini Angwidya, S.Pd. Melalui pantun-pantun jenaka dan sapaan penuh semangat, ia berhasil mencairkan suasana sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri para siswa sebagai salah satu karakter penting dalam kepemimpinan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Muhammadiyah dan Mars IPM yang dipandu oleh siswa kelas VI, Rasya Jovia Hanindya Wicaksono dan Nabilah Fatimah Az-Zahra. Lantunan lagu dikumandangkan dengan khidmat dan mencerminkan proses internalisasi nilai-nilai ideologis Muhammadiyah dalam praktik pendidikan sehari-hari.
Kepala Sekolah Kreatif Baratajaya, Elly Rhodlifah, S.H., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran, bukan semata-mata ajang kompetisi.
“Pemimpin yang sangat baik dan terbaik akan kalian dapatkan di antara yang baik. Siapa pun yang terpilih, semuanya harus siap mendukung,” ujarnya.
Pesan tersebut menanamkan nilai sportivitas, empati, dan persatuan nilai-nilai inti dalam pendidikan demokrasi yang beradab.
Puncak kemeriahan kegiatan berlangsung saat tiga calon SLhT menyampaikan visi dan misi masing-masing. Nasyita Aqila Humaira (kelas V Banu Musa), Azka Alfarzan Arya Krisdianto (kelas V Ibnu Majid), dan Noura Malia (kelas V Banu Musa) tampil percaya diri dalam memaparkan gagasan tentang sekolah yang ramah, kolaboratif, dan berakhlak.
Sorak dukungan dari para peserta terdengar meriah, namun tetap tertib. Momentum ini mencerminkan praktik demokrasi yang ingin ditanamkan oleh sekolah, yakni kebebasan berpendapat yang tetap menjunjung tinggi etika.
Proses pemilihan dilakukan melalui e-voting yang didampingi langsung oleh guru kelas. Siswa dari kelas I hingga VI mengantre dengan tertib untuk memberikan suara mereka secara digital. Metode ini tidak hanya melatih kejujuran dan tanggung jawab, tetapi juga memperkenalkan literasi digital sejak dini.
Anak-anak belajar bahwa suara mereka memiliki arti, sekaligus memahami bahwa teknologi dapat digunakan untuk mendukung proses demokrasi yang transparan dan akuntabel.
Implementasi e-voting IPM Kids merupakan hasil dari sinergi yang matang. Sehari sebelumnya, Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (TIPS) melalui Heru Tjahyono memberikan pengarahan kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan.
Ia menekankan pentingnya integrasi Kurikulum Nasional, Kurikulum Muhammadiyah, Kurikulum Sekolah Kreatif, dan Leader in Me agar pembelajaran benar-benar berdampak.
“Tidak cukup hanya mempelajari teori kepemimpinan, tetapi harus mempraktikkannya secara nyata melalui pengalaman langsung,” jelasnya.
E-voting IPM Kids di Sekolah Kreatif Baratajaya menjadi bukti bahwa pendidikan demokrasi dapat ditanamkan sejak dini melalui praktik nyata yang menyenangkan dan bermakna.
Dengan pendampingan guru, pemanfaatan teknologi, serta integrasi kurikulum yang holistik, sekolah berhasil menghadirkan pesta demokrasi yang edukatif. Dari halaman sekolah inilah benih-benih pemimpin masa depan yang beriman, berkarakter, dan demokratis mulai ditumbuhkan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments