
PWMU.CO – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sidoarjo menggelar Tabligh Akbar dalam rangkan Milad ‘Aisyiyah ke-108 di Auditorium KH. Ahmad Dahlan lantai 5 Universitas Muhamamdiyah Sidoarjo (Umsida) pada Ahad (15/06/2025).
Acara ini diselenggarakan dengan menggandeng Bagian Kesra Kabupaten Sidoarjo dan Umsida. Acara ini diikuti 1500 peserta yang terdiri dari anggota semua pimpinan dan anggota PDA, PCA, dan PRA se-Kabupaten Sidoarjo.
Dalam sambutannya Ketua PDA Sidoarjo, Apt Mufikah SSi mengungkapkan permohonan maaf serta sedikit uraian tentang Milad Aisyiyah 108.
“Mohon maaf jika pada Tabligh Akbar kali ini kami tidak bisa mengundang semua anggota dan simpatisan dikarenakan keterbatasan tempat di Aula ini. Jika biasanya kita mengadakan Tabligh Akbar secara outdoor berkeliling dari cabang satu ke cabang lain, dan dihadiri oleh 2000 lebih peserta, membawa kipas tangan, maka kali ini dalam rangka Milad 108 ‘Aisyiyah hanya mengundang 1400 dari PCA se-Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bagian Kesra Kabupaten Sidoarjo yang mensupport kegiatan ini, serta Umsida yang memberikan fasilitas gedung yang sejuk ini. Tema Milad 108 Aisyiyah Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Qoryah Thayyibah Menuju Ketahanan Nasional,” tambahnya.
Bahwa Ketahanan pangan adalah hal yang sudah sejalan dengan program pemerintah dengan program kami di PDA. Majelis Ekonomi memiliki sebuah program yaitu GLHA, Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah.
Program ini merupakan gerakan ketahanan pangan yang berbasis di ranting/desa. Semangatnya ibu-ibu yang ada di desa tidak lagi menemui kesulitan tentang kebutuhan hidupnya.
“Hal ini sudah kami rasakan manfaatnya ketika akhir bulan Mei lalu, kami diundang oleh PCA Tulangan di dalam rangka merayakan panen hasil tanaman pekarangan seperti kangkung, cabe, tomat, brokoli dan peternakan lele. Semua makanan yang dihidangkan saat itu adalah hasil dari tanaman di pekarangan tersebut,” pungkasnya.
Usai beberapa sambutan, pantia menyerahkan 1500 bibit tanaman kepada peserta secara simbolis. Para Ketua dari 18 PCA menerima sekeranjang kecil bibit cabe, tomat, terong, pepaya, dan lainnya, yang diserahkan secara serempak oleh Ketua PDA, Ketua PDM, Kabag Kesra, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, serta Ketua dan Sekretaris PWA Jawa Timur.
Menyambung penjelasan tentang ketahanan pangan, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr Agus Taufiqurrahman SPs MKes menyampaikan dalam ceramahnya.
“Ketahanan pangan meliputi ketersediaan dan manfaat yang diperoleh. Bahwa ketersediaan pangan harus dibarengi dengan kemudahan akses untuk mendapatkannya,” terangnya.
Jika makanan berlimpah tapi tidak bisa diakses makan akan menjadi sesuatu yang sia-sia dan bahkan tidak bermanfaat sebagaimana sebuah peribahasa menyebutkan ayam mati di lumbung padi.
Yang kedua, makanan yang dihasilkan adalah makanan yang bermanfaat dan tidak membahayakan. Adapun Agama Islam sudah memberikan ajaran yang sangat jelas bahwa dalam hal makanan maka perhatikan dua hal yaitu halal dan thoyyib.
Halal dan thoyyib adalah 2 sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Halal menyangkut Dzat dan cara mendapatkannya. Allah SWT berfirman dalam QS al-Baqarah ayat 168:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي ٱلۡأَرۡضِ حَلَٰلٗا طَيِّبٗا وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٌ ١٦٨
“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.
“Jika dua hal ini terpenuhi, maka akan membawa keberkahan dan ketenangan hidup. Adapun Thoyyib menyangkut kebersihannya, nilai gizinya, cara memasak yang benar serta tidak mengandung zat yang membahayakan. Maka jika hipertensi hindari minum kopi, dan penderita diabetes hendaknya mengurangi konsumsi gula dan seterusnya,” jelasnya.(*)
Penulis Sunarsih Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments