Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Moropelang, Babat, Lamongan, menunjukkan komitmen kuat dalam penguatan layanan keumatan melalui penyelenggaraan Pelatihan Pemulasaran Jenazah, Jumat (17/1/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan di Komplek Perguruan Muhammadiyah Moropelang dan terselenggara berkat sinergi dengan Tim Bina Rohani RSUM Babat.
Pelatihan tersebut diikuti oleh Tim Pemulasaran Jenazah dari unsur Muhammadiyah dan Aisyiyah Ranting Moropelang.
Sejak awal hingga akhir kegiatan, suasana berlangsung khidmat dan penuh antusias. Para peserta tampak serius menyimak setiap materi, sekaligus aktif berdiskusi dan bertanya terkait praktik perawatan jenazah yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Ketua PRM Moropelang, KH. Maali Sofyan, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pelatihan pemulasaran jenazah bagi warga persyarikatan.
Menurutnya, kemampuan merawat jenazah bukan hanya kebutuhan organisasi, tetapi juga tanggung jawab setiap muslim dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jangan sampai ketika ada keluarga kita sendiri yang meninggal, kita tidak berani atau tidak tahu cara memandikan jenazah. Ini tentu kurang pas. Karena merawat jenazah adalah kewajiban fardu kifayah yang harus dipahami dan dilaksanakan dengan benar,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Pimpinan Ranting Aisyiyah Moropelang, Ustazah Sri Handayani, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Tim Bina Rohani RSUM Babat yang telah berkenan meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dan pengalaman.
Ia berharap pelatihan ini menjadi bekal berharga bagi para kader Aisyiyah dalam melayani masyarakat.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada tim RSUM Babat. Insyaallah, kami siap belajar dan mengamalkan ilmu perawatan jenazah ini sesuai dengan syariat Islam,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan penjelasan yang komprehensif dan aplikatif mengenai tata cara pemulasaran jenazah, mulai dari niat dan adab, teknik memandikan, mengkafani, hingga penekanan pada aspek fiqih dan kehati-hatian dalam pelaksanaannya.
Materi disampaikan secara sistematis, disertai praktik langsung agar peserta memiliki pemahaman yang utuh dan keterampilan yang memadai.
Melalui kegiatan ini, PRM dan PRA Moropelang berharap mampu melahirkan tim pemulasaran jenazah yang siap terjun di tengah masyarakat, profesional, serta berpegang teguh pada tuntunan Islam.
Sinergi dengan RSUM Babat ini sekaligus menjadi wujud kolaborasi nyata antara persyarikatan dan amal usaha Muhammadiyah dalam memperkuat pelayanan sosial dan keagamaan di tingkat akar rumput. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments