SMK Muhammadiyah Tulangan atau SMK Milan menutup rangkaian Baitul Arqom dengan nuansa berbeda pada hari terakhir, Sabtu (13/03/2026).
Tak seperti dua hari sebelumnya yang biasanya pagi hingga siang, hari ketiga sengaja terhelat mulai pukul 13.00 WIB hingga usai sholat Tarawih.
Pilihan waktu siang ini dipenuhi rangkaian kegiatan yang padat dan hangat, sekaligus menjadi momen penutup sebelum liburan.
Pembagian Zakat Fitrah
Sekitar siang, halaman sekolah mulai hidup dengan aktivitas pembagian zakat fitrah. Para siswa dengan sigap membantu proses penyaluran, sementara suasana menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian sosial.
Tak lama setelah itu, giliran pembagian takjil yang menjadi daya tarik tersendiri; warga sekolah, guru, dan siswa tampak berbagi makanan ringan sebagai persiapan berbuka.
Kebersamaan ini terasa makin hangat karena suasana Ramadhan yang kental, sekaligus menjadi latihan praktik nyata dari nilai-nilai kebaikan yang selama ini dibangun sekolah.
Buka bersama menjadi puncak kecil sebelum aktivitas inti dimulai. Sanak keluarga sekolah—siswa, guru, dan beberapa tamu—bertukar senyum, berbagi cerita ringan, hingga menguatkan ikatan sebelum memasuki sesi materi.
Tradisi sederhana ini menjadikan hari terakhir Baitul Arqom tak hanya formal, tetapi juga penuh rasa kekeluargaan dan kebersamaan.
Setelah istirahat singkat, kegiatan berlanjut dengan sesi utama pertama, yaitu tentang “Cinta kepada Allah”. Materi tersampaikan oleh Ustadz Annga Baskoro SPd.
Dengan gaya yang lugas dan dekat dengan pelajar, beliau mengajak peserta memahami bahwa cinta kepada Allah bukan sekadar rasa. Tetapi juga tindakan nyata yang tercermin dalam tata perilaku sehari-hari.
Menurutnya, cinta sejati kepada Sang Pencipta harus memotivasi siswa untuk terus memperbaiki diri. Baik dalam belajar, beribadah, dan berinteraksi dengan sesama.
Tekankan Pentingnya Cinta pada Allah
Suasana kelas atau aula menjadi ruang refleksi; peserta tampak mendengarkan dengan seksama, banyak yang menatap ke depan, seolah ingin menyerap setiap pesan.
Ustadz Angga menggarisbawahi pentingnya kesadaran bahwa cinta pada Allah akan membawa ketenangan dalam menghadapi ujian. Serta membentuk karakter remaja yang kuat ketika menghadapi tantangan sosial di luar sekolah.
Tidak hanya teori, materi ini juga dirangkaikan dengan contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan pelajar. Misalnya bagaimana memilih teman yang membawa ke kebaikan, bagaimana memanfaatkan teknologi tanpa mengabaikan ibadah, serta bagaimana menjaga sikap ketika menghadapi tekanan teman sebaya.
Semua contoh itu membuat pesan terasa relevan, dan menjadikan materi bukan sekadar ceramah, tetapi panduan praktis untuk hari-hari mendatang.
Sesi materi kedua membawa tema yang tak kalah menarik. Materi bertema “Keajaiban Sedekah” tersampaikan oleh Kepala Sekolah SMK Milan, Ustadz M Arief MPd.
Sebagai kepala sekolah, Ustadz Arief tidak hanya memberi arahan manajerial, tetapi juga memberi inspirasi spiritual. Kehadiran beliau sebagai pemateri sekaligus kepala sekolah menegaskan komitmen lembaga untuk memadukan pendidikan karakter dengan keseharian sekolah.
Informasi publik sebelumnya menyebutkan Kepala SMK Milan sebagai tokoh yang mendukung berbagai program pembelajaran kontekstual dan profesional bagi siswa; peran aktif beliau dalam kegiatan seperti ini menambah kedalaman pesan.
Sedakah Tak Sekadar Harta
Dalam penyampaian sedekah, Ustadz Arief menggambarkan betapa sedekah bukan sekadar memberi harta, melainkan membuka pintu berkah dan keajaiban dalam hidup.
Ia mengajak siswa melihat sedekah sebagai investasi kebaikan. Setiap sumbangan, sekecil apa pun, memiliki potensi mengubah nasib orang lain, dan pada gilirannya membawa kebaikan bagi pemberi.
Contoh nyata, ujarnya, adalah bagaimana usaha kecil yang diberi bantuan bisa tumbuh, atau bagaimana sedekah dapat mempererat hubungan antar sesama di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Rangkaian materi berakhir dengan doa dan harapan. Setelah itu, seluruh peserta bersiap mengikuti sholat Maghrib, Isya, dan Tarawih berjamaah.
Nuansa ibadah di malam hari menutup rangkaian Baitul Arqom dengan rasa syukur. Para siswa, guru, serta panitia tampak khusyuk; wajah-wajah letih namun puas menunjukkan bahwa kegiatan hari terakhir ini berhasil mengikat semua unsur. Yaitu pendidikan fiqih, kepedulian sosial, kebersamaan, dan kebulatan niat untuk menjadi pelajar Muhammadiyah yang lebih baik.
Dengan berakhirnya hari ketiga, Baitul Arqom SMK Milan bukan hanya sekadar program tiga hari; ia menjadi titik tolak bagi siswa untuk membawa nilai cinta kepada Allah dan keajaiban sedekah ke ranah nyata.
Momentum siang hingga Tarawih ini meninggalkan kesan mendalam—sebuah penutup yang manis dan bermakna sebelum liburan. Sekaligus awal dari aktivitas baru yang lebih matang dan penuh prinsip.





0 Tanggapan
Empty Comments