
Foto bersama Kelas 7A Prodi S1-Keperawatan UMLA bersama Pemadam Kebakaran Kab. Lamongan usai Simulasi Kebakaran, Sabtu (28/12/2024). (Dwiky Andreansyach/PWMU.CO).
PWMU.CO – Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) sukses menyelenggarakan “Simulasi Kebakaran” yang wajib Mahasiswa kelas 7A Prodi S1-Keperawatan ikuti. Kegiatan ini berlangsung dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan kesadaran terhadap keselamatan pada Sabtu (28/12/2024).
Adapun simulasi ini terlaksana dengan dosen pembimbing Karsim SKep Ns MKep dan berkolaborasi dengan Tim Pemadam Kebakaran Lamongan.
Lebih lanjut, simulasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang prosedur evakuasi yang benar.
Selain itu, sekaligus memastikan bahwa setiap individu di kampus tahu apa yang harus dilakukan dalam menghadapi situasi darurat kebakaran. Tidak ketinggalan, juga sebagai pengukur keefektifan sebuah SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam penyelamatan dan penanganan.
Simulasi Kebarakan ini berfokus pada bagaimana pemahaman mahasiswa terdapat penyelamatan dan penanganan jika terjadi bencana kebakaran di kampus.
Keselamatan adalah prioritas utama di lingkungan kampus. Dalam simulasi ini kami melakukan beberapa segmen, tujuan simulasi ini adalah memastikan setiap individu siap menghadapi situasi darurat dengan tenang dan terorganisir.”
Kebakaran adalah bencana yang dapat terjadi kapan saja tanpa pemberitahuan. Oleh karena itu, simulasi ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa seluruh civitas akademik tahu cara bertindak dengan cepat dan tepat saat terjadi kebakaran.
Kesiapsiagaan yang baik dapat menyelamatkan nyawa dan mengurangi kerusakan yang ditimbulkan.
Dengan mengikuti simulasi ini, Mahasiswa tidak hanya belajar tentang prosedur keselamatan, tetapi juga membantu menciptakan kampus yang lebih aman bagi semua orang dan memberikan pemahaman penting kepada seluruh civitas academica UMLA, bahkan masyarakat umum tentang keselamatan.
Dengan latihan seperti ini, kita semua menjadi lebih siap menghadapi situasi darurat.
Penulis Dwiky Andreansyach, Editor Danar Trivasya Fikri





0 Tanggapan
Empty Comments