Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Prof Biyanto: Karakter Generasi Z Harus Diperkuat, Penggunaan Gadget Perlu Dibatasi

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Prof Biyanto: Karakter Generasi Z Harus Diperkuat, Penggunaan Gadget Perlu Dibatasi
Prof Biyanto: Karakter Generasi Z Harus Diperkuat, Penggunaan Gadget Perlu Dibatasi. (Fathurrahim/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. Biyanto, M.Ag., menekankan pentingnya pembangunan karakter generasi Z di tengah perkembangan teknologi digital. Penggunaan gadget yang berlebihan perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan berakhlak.

Hal tersebut disampaikan Prof. Biyanto dalam sambutannya pada Wisuda IV Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Lamongan (ITBADLA) di Auditorium H. Masram, lantai 5 Kampus II ITBADLA, Jalan Sunan Drajat Nomor 257, Lamongan, Sabtu (24/10/2026).

Mengawali sambutannya, Prof. Biyanto menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati ITBADLA. Ia berharap kelulusan tersebut membawa keberkahan bagi para lulusan, keluarga, serta masyarakat.

Menurutnya, tantangan pendidikan pada era digital bukan hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga bagaimana membangun karakter generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana.

Generasi Z dan Ketergantungan Gadget

Prof. Biyanto menyoroti kebiasaan generasi muda yang semakin lekat dengan perangkat digital. Bagi sebagian anak, gadget seolah-olah telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Ia mengingatkan bahwa waktu yang terlalu banyak dihabiskan untuk menatap layar telepon seluler dapat mengurangi kesempatan anak untuk berinteraksi secara langsung, beraktivitas fisik, dan mengembangkan keterampilan sosial.

Dalam sambutannya, ia menggambarkan bahwa hampir sepertiga kehidupan anak dapat tersita untuk menatap layar telepon seluler. Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya membangun kebiasaan digital yang sehat sejak dini.

Penggunaan gadget yang tidak terkelola juga perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kesehatan mata, memengaruhi kualitas istirahat, serta berkaitan dengan masalah kecemasan pada sebagian anak.

Karena itu, pendampingan orang tua dan lingkungan pendidikan sangat diperlukan agar anak tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu mengendalikan diri ketika berhadapan dengan dunia digital.

Pembatasan Gadget dan Penguatan Karakter

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Prof. Biyanto menekankan perlunya pembatasan penggunaan gadget bagi anak-anak, khususnya mereka yang berusia di bawah 16 tahun. Pembatasan tersebut perlu disertai pendampingan, keteladanan, serta penyediaan kegiatan alternatif yang mendukung perkembangan anak.

Anak-anak perlu mendapatkan ruang yang cukup untuk bermain, membaca, berolahraga, berinteraksi dengan teman sebaya, dan mengikuti kegiatan sosial. Pengalaman-pengalaman tersebut penting untuk melatih kemandirian, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, serta ketangguhan menghadapi persoalan.

Generasi muda juga perlu dibiasakan menghadapi tantangan secara sehat agar tidak mudah menyerah ketika mengalami kegagalan. Karakter tangguh tidak terbentuk hanya melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata, disiplin, dan proses belajar dari kesalahan.

Dalam konteks pendidikan tinggi, pesan tersebut relevan bagi para wisudawan ITBADLA yang akan memasuki dunia kerja, dunia usaha, maupun pengabdian kepada masyarakat. Penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan kedewasaan berpikir, kemampuan beradaptasi, dan kekuatan karakter.

Perguruan Tinggi Berperan Membangun Generasi Berkemajuan

Wisuda IV ITBADLA diikuti 263 wisudawan dan wisudawati dari program diploma, sarjana, dan pascasarjana. Kegiatan tersebut mengusung tema “Melahirkan Insan Cerdas, Berakhlak, dan Profesional yang Berdaya Saing serta Berkemajuan.”

Tema ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari capaian akademik. Lulusan juga perlu memiliki integritas, akhlak mulia, profesionalisme, dan kemampuan menggunakan teknologi untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.

Pesan Prof. Biyanto menjadi pengingat bahwa membangun generasi unggul membutuhkan kolaborasi keluarga, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Teknologi digital harus ditempatkan sebagai sarana untuk belajar dan berkarya, bukan justru menguasai kehidupan.

Dengan penguatan karakter dan penggunaan teknologi secara bijaksana, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, sehat, mandiri, tangguh, serta siap menghadapi tantangan masa depan. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 25/10/2026 05:44
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu