Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Prof Biyanto: Pendidikan Gerakan Lambat, Tapi Berdampak Besar

Iklan Landscape Smamda
Prof Biyanto: Pendidikan Gerakan Lambat, Tapi Berdampak Besar
Sekretaris PWM Jawa Timur Prof Dr Biyanto MAg dalam Peresmian Gedung SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz), Sabtu (10/10/2026). Foto: Danar.
pwmu.co -

Teriknya pagi di Kecamatan Taman Sidoarjo tak menyurutkan peresmian Gedung SD Muhammadiyah 1&2 Taman (SD Mumtaz).

Peresmian tersebut berlangsung di halaman SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman pada Sabtu (10/10/2026).

Agenda ini menjadi spesial dengan kehadiran beberapa tokoh penting persyarikatan. Antara lain Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof Dr Biyanto MAg, Ketua PDM Sidoarjo Prof Dr A Dzo’ul Milal MPd.

Hadir pula Wakil Ketua PWM Jawa Timur Ir Tamhid Masyhudi, Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Dr Hidayatullah MSi, Bendahara PWM Jawa Timur drh Zainul Muslimin, Wakil Bendahara PWM Jawa Timur Fityan Izza Noor Abidin SE MSA, dan Ketua PCM Sepanjang Dr Sam’un.

Manfaatkan Gedung Sebaik Mungkin

Ketua PCM sepanjang, Dr H Sam’un, mengajak warga Muhammadiyah untuk memanfaatkan gedung baru SD Mumtaz sebaik mungkin.

“Ayo gedung ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk gerakan amar makruf nahi Munkar” harapnya.

Di sisi lain, Prof Dr Biyanto MAg mengucapkan selamat dan sukses atas peresmian gedung baru tersebut.

“Atas nama pimpinan wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, selamat dan sukses atas peresmian gedung baru SD Mumtaz Taman Sepanjang Sidoarjo” terangnya.

Tidak berhenti di situ, Biyanto turut memuji kiprah PCM Sepanjang yang sekaligus PCM berprestasi secara nasional.

“Kami tentu bersyukur memiliki PCM berprestasi, PCM sepanjang. Dan dalam beberapa kali pelaksanaan LPCRPM Awards selalu meraih peringkat 1” tuturnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Kesuksesan tersebut, lanjut Biyanto, tak lepas dari investasi kekaderan lewat anak-anak muda yang dilakukan PCM Sepanjang.

“Ada ratusan anak muda yang dikader pak Sam’un untuk memimpin Muhammadiyah di masa depan. Sehingga siapapun yang memimpin Muhammadiyah di Sepanjang, dinamika nya terus berkembang” terangnya.

Lambat, tapi Berdampak Besar

Lebih lanjut, Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen RI itu menyampaikan betapa kuatnya pendidikan.

“Tidak ada investasi yang lebih baik daripada pendidikan. Dalam ungkapan bahasa Inggris, Education is a slow-moving, but powerful force (Pendidikan adalah gerakan yang lambat, tapi berdampak besar)” tegasnya.

“Anak-anak belajar jatuh bangun, tapi 20-30 tahun lagi mereka yang akan menjadi pemimpin bangsa ini” tambah Guru Besar Ilmu Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya itu.

Atas kesadaran itu, lanjutnya, Muhammadiyah membentuk pendidikan sebagai core business, dan Muhammadiyah menjadi pilar pendidikan untuk memajukan bangsa.

Kendati demikian, pendidikan di Muhammadiyah tidak boleh menjadi menara gading dan membuat sebuah lembaga egois. Sehingga ta’awun alias tolong menolong menjadi keharusan di Muhammadiyah.

“Di Muhammadiyah ada semangat ta’awun, bagaimana sekolah-sekolah yang megah, memberi zakat kepada sekolah yang belum mampu. Dan itulah indahnya Muhammadiyah” pungkas Biyanto.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 10/10/2026 10:59
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu