Prof. Hj. Siti Baroroh Baried (1923–1999) merupakan akademisi Indonesia yang tercatat sebagai perempuan pertama yang meraih gelar guru besar (profesor) di Indonesia pada 1964. Selain berkiprah di dunia akademik, ia juga memimpin Pimpinan Pusat Aisyiyah dan berperan dalam memperluas jaringan organisasi tersebut hingga tingkat internasional.
Lahir di Kauman, Yogyakarta, Siti Baroroh Baried diangkat sebagai profesor di Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 27 Oktober 1964. Pengangkatan tersebut menempatkannya sebagai profesor perempuan pertama di Indonesia pada masa itu. Kiprahnya di lingkungan perguruan tinggi memperkuat posisinya sebagai salah satu tokoh perempuan yang berpengaruh dalam perkembangan pendidikan tinggi nasional.
Di lingkungan organisasi, ia dipercaya menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah selama dua periode, yakni dari 1965 hingga 1985. Selama masa kepemimpinannya, Aisyiyah memperluas hubungan kelembagaan dengan berbagai organisasi internasional. Ia menjalin kemitraan dengan lembaga seperti UNICEF, UNESCO, WHO, dan Harvard University. Melalui jaringan tersebut, Aisyiyah semakin dikenal di tingkat global.
Dalam kepemimpinannya, ia juga memperkenalkan gagasan gerakan perempuan berkemajuan, termasuk penguatan konsep keluarga sejahtera. Program-program yang dikembangkan diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga.
Dalam bidang pendidikan, Siti Baroroh Baried menempuh studi sarjana di Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada 1952. Setelah itu, ia memperdalam bahasa Arab di Kairo, Mesir, pada 1953–1955. Latar belakang keilmuan tersebut menjadi fondasi bagi kontribusinya di bidang akademik dan organisasi.
Atas jasa dan pengabdiannya, ia dianugerahi Bintang Budaya Parama Dharma oleh Presiden Joko Widodo pada 2019. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan negara atas kontribusinya dalam bidang kebudayaan dan pendidikan.
Siti Baroroh Baried dikenal sebagai akademisi yang aktif dalam kegiatan organisasi. Ia menjalankan peran sebagai pendidik dan pemimpin organisasi perempuan dalam kurun waktu yang panjang. Kiprahnya tercatat dalam sejarah pendidikan tinggi dan gerakan perempuan di Indonesia. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments