Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., menegaskan pentingnya peran kader dan institusi dalam mengawal kebijakan publik melalui keterlibatan aktif di berbagai ruang strategis, termasuk partai politik. Hal itu disampaikannya dalam sambutan pembukaan pada forum Rapat Kerja Wilayah Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang diselenggarakan di Mas Mansyur Hall Lantai 6 SMAMDA Tower, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya pada Sabtu (14/2/2026).
Deputi II Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu menekankan bahwa sikap apatis terhadap politik hingga kebijakan publik bukanlah pilihan, terutama bagi warga dan kader Muhammadiyah yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam kehidupan berbangsa.
“Saya kira kita ini tidak bisa apatis ya terhadap berbagai macam kebijakan. Nah tentu disinilah peran kita, kita ini wajib masuk ke dalam institusi yang memang punya kapasitas untuk menentukan kebijakan itu. Maka peran partai politik itu saya kira juga sangat penting karena partai politik itu yang akan membawa atau bisa mengawal setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah,” ujarnya.
Menurutnya, partai politik merupakan instrumen penting dalam sistem demokrasi karena menjadi saluran formal dalam proses perumusan dan pengawalan kebijakan negara. Oleh sebab itu, keterlibatan kader Muhammadiyah di dalamnya menjadi bagian dari strategi kontribusi persyarikatan bagi bangsa dan negara.
Dalam kesempatan tersebut, Sukadiono juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Koordinator Pangan RI, Zulkifli Hasan. Ia menilai pengalaman dan kapasitasnya sebagai tokoh politik dan pejabat negara menjadi modal penting dalam mengawal kebijakan strategis pemerintah.
“Kita bersyukur punya Pak Menko Pangan. Saya tahu kiprahnya karena saya sudah satu tahun di Kemenko PMK sebagai deputi. Bagaimana beliau dengan kapasitasnya sebagai Ketua Partai, sebagai tokoh yang sudah lama di pemerintahan, bagaimana mengawal kebijakan-kebijakan terutama Makan Bergizi Gratis (MBG),” tuturnya.
Ia menilai karakter kepemimpinan yang dibawa Zulkifli Hasan mencerminkan kualitas kader Muhammadiyah yang efektif, efisien, dan berorientasi pada solusi. Sukadiono juga mendorong LHKP untuk terus berperan aktif dalam mengawal kader-kader Muhammadiyah yang terlibat dalam dunia politik dan pemerintahan.
“Dan inilah saya kira ciri kader Muhammadiyah yang dimiliki oleh beliau. Nah, tentu Bapak-Ibu sekalian tugas kita bagaimana ke depan untuk bisa mengawal banyak kader Muhammadiyah yang ikut berkiprah di partai-partai politik yang bisa kita titipi. Ya baik itu nanti mengawal kebijakan pemerintah maupun bisa mengawal kebijakan yang tentu akan memberikan kontribusi positif kepada Muhammadiyah,” katanya.
Ia berharap, melalui peran strategis LHKP, kader Muhammadiyah dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam proses perumusan kebijakan, baik di tingkat daerah maupun nasional, sehingga nilai-nilai keadaban, kemajuan, dan kemaslahatan dapat terwujud dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments