Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menerima kunjungan resmi Ahli Jawatankuasa Fatwa Negeri Perlis, Malaysia, dalam agenda Ziarah Mahabbah pada Rabu (22/10/2025) di Kantor PWM Jawa Timur.
Sebanyak 17 anggota delegasi dari Negeri Perlis hadir sebagai bagian dari kunjungan kerja ke berbagai lembaga Islam di Indonesia. Sejumlah tokoh penting dari Perlis, di antaranya Sahibus Samahah Prof. Dato’ Arif Perkasa Dr. Mohd Asri Bin Zainul Abidin, Mufti Negeri Perlis, Sahibul Fadhilah Ustaz Tajul Urus Bin Abdul Halim, Timbalan Mufti Negeri Perlis.
Akademisi dari perguruan tinggi Malaysia juga turut hadir, Sahibul Fadhilah Prof. Dr. Muhamad Rozaimi Bin Ramle, Rektor Universiti Islam Antarabangsa Tuanku Syed Sirajuddin (UniSIRAJ), serta beberapa ahli fatwa dan akademisi lainnya, termasuk Prof. Dr. Azman bin Mohd Noor, Prof. Madya Dr. Mohd Akram B. Dato’ Dahaman, Dr. Ahmad Sufian B. Che Abdullah, dan Dr. Muhammad Lukman B. Mat Sin.

Salah satu fokus mereka adalah memperluas jejaring ilmiah dan memperdalam pemahaman terhadap dinamika fatwa di kalangan ulama Indonesia, khususnya Muhammadiyah.
Hadir dalam agenda ini antara lain Bendahara Umum PWM Jatim drh. Zainul Muslimin; Wakil Ketua PWM Jatim Ir. Tamhid Mashudi; Wakil Ketua Bidang Kebudayaan, Olahraga, dan Kerja Sama Prof. Dr. Ir. M. Sasmito Djati, M.S.; Wakil Ketua Bidang Tarjih dan Tajdid, Kepesantrenan, Haji-Umrah KH. Dr. Syamsudin, M.Ag.; Dr Muhammad Sholihin, MPSDM, Wakil Ketua Bidang Tabligh, Dakwah Komunitas, dan Pembinaan Masjid serta Wakil Sekretaris PWM Jatim Mundakir.
Turut hadir pula Ketua Majelis Tarjih PWM Jatim Prof. Dr. H. Achmad Zuhdi, D.H., M.Fil.I.; Ketua Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Dr. Phil. Mohammad Rokib, M.A.; Abdul Basith, Lc., M.Pd.I.; Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Ahmad Tholhah; serta perwakilan dari Lazismu PWM Jatim.
Agenda dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara Zulkifli, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan sambutan selamat datang dari Wakil Ketua PWM Jatim Bidang Kaderisasi dan Pengembangan Cabang-Ranting, Dr. Moh. Sulthon Amien, M.M.
Dr. Sulthon menyampaikan selamat datang kepada seluruh rombongan Jawatankuasa Fatwa Negeri Perlis, Malaysia.
Ia menyampaikan harapannya agar kerja sama dalam bidang keilmuan dan dakwah antara kedua pihak semakin erat. “Selama ini banyak warga Surabaya yang berobat ke Penang. Mudah-mudahan kelak Perlis memiliki rumah sakit sebaik Penang, sehingga warga Surabaya bisa berobat ke Perlis,” ujar Sulthon, disambut senyum hangat para tamu.
Sahibus Samahah Prof. Dato’ Arif Perkasa Dr. Mohd Asri bin Zainul Abidin, Mufti Negeri Perlis, menjelaskan perbedaan karakter keagamaan di wilayahnya.
“Ini merupakan peluang yang baik bagi kami. Di Malaysia, setiap negara bagian (provinsi) kekuasaan agama dipegang oleh Sultan. Pemerintah pusat tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan fatwa dan agama tiap negeri,” ujarnya.
Ia melanjutkan, “Perlis mempunyai latar yang berbeda karena sejarah perkembangan agama Islam di negeri Perlis dipengaruhi golongan pembaharu, termasuk tokoh reformis seperti KH. Ahmad Dahlan. Begitu pun di Malaysia, muncul tokoh-tokoh reformis yang turut memengaruhi kerajaan hingga pengaruhnya masuk dalam level perumusan undang-undang.”
Lebih lanjut, ia menjelaskan perbedaan istilah keagamaan di negaranya. “Jika Malaysia menyebut mazhab Syafi’i, maka di Perlis disebut Ahlus Sunnah, yaitu menerima qaul paling kuat dari tiap mazhab. Kami tidak anti mazhab,” tegasnya.
“Perlis adalah negara bagian Malaysia yang terletak di utara, berbatasan dengan Thailand. Di wilayah Thailand terdapat lebih dari enam juta umat Islam,” lanjutnya.
Prof. Asri juga menyampaikan harapannya kepada PWM Jatim. “Saya mengharapkan bapak-bapak untuk datang ke Perlis. Kami juga merencanakan pembentukan Kampung Muhammadiyah di Perlis dan berharap Muhammadiyah Jatim dapat merealisasikan hal tersebut.”
Ia menambahkan, “Tugas kami di Majelis Agama Islam cukup banyak. Salah satu yang penting adalah Jawatan Fatwa, karena kami membahas hal-hal yang boleh dan tidak boleh dalam pelaksanaan agama.
Kami datang bukan untuk mengajar, tetapi untuk belajar. Saya berharap kami boleh mengambil ruang yang ada untuk mengkaji bersama persoalan agama di Muhammadiyah Jawa Timur.”
Agenda kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama yang mengangkat dua tema utama, yakni Dakwah Konfrontasi dan Diplomasi serta Islam Seragam. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments