Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Rakernas KAUMY, Antara Seremonial dan Gagasan Besar

Iklan Landscape Smamda
Rakernas KAUMY, Antara Seremonial dan Gagasan Besar
Foto: Iwan "Terpal" Setiawan
Oleh : Iwan "Terpal" Setiawan Anggota Penasihat PP KAUMY

Sebuah organisasi alumni pada akhirnya tidak diukur dari seberapa meriah acaranya, siapa saja pejabat yang hadir, atau berapa banyak tokoh yang menjadi pembicara. Ukuran yang lebih penting adalah apa yang lahir setelah forum itu selesai. Apakah ada gagasan baru, program yang jelas, target yang terukur, serta kerja nyata yang dapat dirasakan para alumni dan almamater?

Pertanyaan itu relevan ketika Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PP KAUMY) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 23–25 Oktober 2026 di Dormitory Convention UMY. Forum ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk mengevaluasi perjalanan yang telah ditempuh sekaligus menentukan arah KAUMY dalam satu periode kepengurusan ke depan.

Dari jadwal yang saya peroleh, Rakernas KAUMY akan menghadirkan sejumlah pembicara, mulai dari pejabat pemerintahan hingga kalangan profesional. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut tentu dapat memberikan wawasan kepada peserta.

Namun, pada saat yang sama, muncul pertanyaan yang perlu dijawab bersama: apakah Rakernas ini akan berhenti sebagai rangkaian acara seremonial, atau mampu melahirkan gagasan besar yang kemudian diterjemahkan menjadi program kerja nyata?

Pertanyaan tersebut bukan untuk mengecilkan arti Rakernas. Justru sebaliknya, pertanyaan itu muncul karena KAUMY memiliki potensi besar.

Alumni UMY tersebar di berbagai bidang profesi, mulai dari birokrasi, politik, pendidikan, bisnis, media, organisasi sosial, lembaga swadaya masyarakat, hingga dunia profesional. Mereka berada di berbagai daerah, bahkan di luar negeri.

Di antara para alumni tersebut tentu terdapat orang-orang yang memiliki pengalaman, jaringan, keahlian, modal sosial, dan kemampuan yang dapat disatukan. Jika seluruh potensi itu dikelola dengan baik, KAUMY tidak hanya menjadi wadah silaturahmi alumni, tetapi juga dapat berkembang menjadi kekuatan intelektual, profesional, dan sosial yang memberikan manfaat nyata.

Di sinilah letak pentingnya Rakernas.

Rakernas Harus Lebih dari Sekadar Seremonial

Rakernas jangan hanya menjadi forum berkumpulnya pengurus dari berbagai daerah, mendengarkan paparan narasumber, kemudian menghasilkan dokumen program kerja yang setelah itu tersimpan di lemari organisasi.

Rakernas harus menjadi ruang untuk menguji gagasan, mengoreksi kekurangan, menetapkan prioritas, dan memastikan siapa melakukan apa.

Sebuah organisasi yang sehat harus berani mengevaluasi dirinya sendiri.

Apa yang sudah dikerjakan selama periode sebelumnya? Program mana yang berhasil? Mana yang tidak berjalan? Mengapa tidak berjalan? Apakah persoalannya berada pada anggaran, sumber daya manusia, koordinasi, komunikasi, atau memang program tersebut sejak awal kurang dibutuhkan alumni?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu harus dibicarakan secara terbuka.

Sebab, evaluasi bukan berarti mencari siapa yang salah. Evaluasi adalah cara organisasi belajar dari pengalaman. Dari evaluasi itulah KAUMY dapat mengetahui program apa yang perlu diteruskan, diperbaiki, dihentikan, atau diganti dengan program baru yang lebih relevan.

Apa Manfaat KAUMY bagi Alumni?

Salah satu pertanyaan besar yang perlu dijawab KAUMY adalah: apa manfaat organisasi bagi alumni?

Pertanyaan ini sederhana, tetapi sangat penting.

Alumni tentu membutuhkan ruang silaturahmi. Mereka juga membutuhkan jaringan. Namun, kebutuhan alumni hari ini jauh lebih kompleks. Banyak alumni membutuhkan informasi pekerjaan, peluang usaha, pengembangan karier, pelatihan profesional, akses jaringan bisnis, beasiswa untuk keluarga, hingga ruang untuk mengembangkan gagasan dan kontribusi sosial.

KAUMY dapat masuk ke wilayah tersebut.

Misalnya, organisasi dapat membangun KAUMY Career Center yang mempertemukan alumni pencari kerja dengan alumni atau perusahaan yang membutuhkan tenaga profesional. Database alumni dapat dikembangkan secara profesional sehingga organisasi dapat mengetahui siapa yang bekerja di sektor apa, memiliki keahlian apa, dan berada di wilayah mana.

Bayangkan jika ribuan alumni UMY terhubung dalam sebuah jaringan profesional.

Alumni yang memiliki perusahaan dapat membuka informasi lowongan kerja kepada sesama alumni. Alumni yang bekerja di pemerintahan dapat berbagi informasi mengenai peluang pengembangan kompetensi. Alumni yang bergerak di bidang pendidikan dapat menyediakan program magang. Alumni yang menjadi pengusaha dapat membuka kesempatan kemitraan bagi alumni lainnya.

Dengan cara seperti itu, KAUMY benar-benar hadir dalam kehidupan alumni, bukan hanya ketika ada acara halal bihalal, reuni, seminar, atau kegiatan organisasi.

Membangun Program Mentoring Alumni

KAUMY juga dapat membangun Alumni Mentoring Program. Alumni senior yang memiliki pengalaman panjang dapat menjadi mentor bagi alumni muda.

Seorang pengusaha dapat membimbing alumni yang baru memulai usaha. Profesional di bidang teknologi dapat berbagi pengetahuan kepada lulusan baru. Alumni yang bekerja di bidang diplomasi, pemerintahan, media, hukum, perbankan, kesehatan, pendidikan, maupun industri dapat menjadi sumber pengetahuan bagi generasi alumni berikutnya.

Model seperti ini jauh lebih bernilai daripada sekadar pertemuan tahunan.

Gagasan Besar sebagai Identitas Organisasi

KAUMY perlu memiliki gagasan besar yang menjadi identitas organisasi.

Gagasan besar tidak selalu berarti program dengan anggaran besar. Gagasan besar adalah kemampuan melihat persoalan jauh ke depan, kemudian menawarkan solusi yang dapat dikerjakan.

Misalnya, KAUMY dapat mengangkat tema besar “Alumni Berjejaring, Alumni Bertumbuh, Alumni Berkontribusi.”

Dari tema itu dapat lahir berbagai program, mulai dari penguatan jaringan profesi, pusat karier alumni, inkubasi bisnis, mentoring, beasiswa, riset alumni, pengabdian masyarakat, hingga kolaborasi dengan UMY.

KAUMY juga dapat menjadi jembatan antara alumni dan kampus.

UMY memiliki mahasiswa dan lulusan yang setiap tahun terus bertambah. Kampus membutuhkan jejaring alumni untuk memperkuat reputasi, membuka kesempatan magang, memperluas kerja sama, serta meningkatkan daya saing lulusan.

Sebaliknya, alumni juga membutuhkan kampus sebagai sumber pengetahuan, riset, jaringan, dan pengembangan kompetensi.

Hubungan tersebut seharusnya dibangun dalam pola yang saling menguntungkan. KAUMY dapat mengambil posisi sebagai penghubung.

Ketika kampus memiliki inovasi atau hasil riset yang membutuhkan jejaring industri, alumni dapat membantu membuka akses. Ketika mahasiswa membutuhkan tempat magang, alumni dapat menyediakan ruang. Ketika alumni membutuhkan peningkatan kompetensi, kampus dapat menjadi mitra melalui pelatihan atau pendidikan lanjutan.

Dengan demikian, hubungan antara kampus dan alumni tidak berhenti pada ikatan emosional karena pernah menjadi mahasiswa UMY. Hubungan itu berkembang menjadi kerja sama profesional dan sosial.

SMPM 5 Pucang SBY

Program Kerja Harus Memiliki Target Terukur

Rakernas juga perlu menghasilkan target yang jelas.

Sebuah program kerja akan sulit dievaluasi jika tidak memiliki indikator keberhasilan. Karena itu, setiap bidang dalam kepengurusan KAUMY sebaiknya memiliki target yang dapat diukur.

Berapa alumni yang akan masuk dalam database? Berapa alumni yang akan mendapatkan manfaat program karier? Berapa perusahaan milik alumni yang akan bergabung dalam jaringan? Berapa program mentoring yang akan diselenggarakan? Berapa kerja sama yang akan dibangun dengan UMY?

Berapa kegiatan sosial yang akan dilakukan? Berapa kontribusi yang dapat diberikan KAUMY untuk pengembangan mahasiswa?

Pertanyaan seperti ini mungkin terdengar teknis. Namun, justru dari hal-hal teknis itulah organisasi dapat bergerak dari gagasan menuju kerja nyata.

Tanpa target, program kerja mudah berubah menjadi daftar keinginan. Dengan target, pengurus dapat mengetahui apakah mereka berhasil atau belum.

KAUMY Harus Beradaptasi dengan Perubahan Zaman

KAUMY juga perlu berani melakukan sesuatu yang berbeda.

Organisasi alumni sering terjebak pada pola kegiatan yang sama dari tahun ke tahun. Seminar, diskusi, bakti sosial, halal bihalal, reuni, dan kegiatan seremonial lainnya tentu tetap penting. Namun, organisasi perlu melihat perkembangan zaman.

Generasi alumni sekarang hidup dalam dunia yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya.

Teknologi digital mengubah cara bekerja. Kecerdasan buatan mulai mengubah dunia profesi. Persaingan pekerjaan semakin ketat. Dunia usaha berubah cepat. Anak-anak muda membutuhkan kemampuan baru yang tidak selalu mereka dapatkan dari bangku kuliah.

KAUMY dapat menjadi ruang bagi alumni untuk menghadapi perubahan tersebut.

Misalnya, dengan membuat KAUMY Digital Academy, yakni program peningkatan kemampuan digital bagi alumni. Bisa pula dibangun jaringan startup alumni, forum profesional lintas bidang, atau platform kolaborasi bisnis alumni.

KAUMY bahkan dapat mengembangkan pusat kajian yang menghasilkan pemikiran mengenai persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, dan politik. Alumni yang memiliki kapasitas akademik dan profesional dapat dilibatkan untuk menghasilkan kajian yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan demikian, KAUMY tidak hanya menjadi organisasi yang mengenang masa lalu, tetapi juga organisasi yang berbicara mengenai masa depan.

Kembali ke Kampus, Membawa Pengalaman dan Gagasan

Rakernas pada 23–25 Oktober mendatang akan berlangsung di lingkungan almamater sendiri. Ada simbol yang menarik di sana. Para alumni kembali ke kampus, tempat dahulu mereka belajar, berdiskusi, berorganisasi, membangun persahabatan, dan mulai memikirkan masa depan.

Kini, mereka kembali sebagai orang-orang yang telah memiliki pengalaman.

Ada yang menjadi pejabat. Ada yang menjadi akademisi. Ada yang menjadi pengusaha. Ada yang menjadi profesional. Ada yang menjadi aktivis. Ada yang menjadi wartawan. Ada pula yang mungkin hidup sederhana, tetapi memiliki pengalaman panjang dan jaringan yang tidak kalah berharga.

Semua itu merupakan modal besar KAUMY.

Karena itu, Rakernas seharusnya tidak hanya menjadi tempat bertemunya para pengurus. Rakernas harus menjadi tempat bertemunya pengalaman, gagasan, dan keberanian untuk membuat perubahan.

Pembicara dari kalangan pejabat dan profesional tentu penting. Namun, setelah para pembicara meninggalkan ruangan, pekerjaan organisasi justru baru dimulai.

Yang akan menentukan masa depan KAUMY bukan siapa yang paling banyak berbicara di panggung, melainkan apa yang dikerjakan para pengurus setelah Rakernas selesai.

KAUMY Harus Memiliki Warisan Kepengurusan

Setiap kepengurusan organisasi pada akhirnya akan berakhir. Pengurus datang dan pergi. Jabatan berganti. Namun, organisasi harus terus tumbuh.

Karena itu, setiap periode kepengurusan sebaiknya meninggalkan warisan yang jelas.

Bukan hanya laporan kegiatan. Bukan hanya dokumentasi foto. Bukan hanya jumlah seminar yang telah dilaksanakan.

Warisan terbaik sebuah kepengurusan adalah sistem yang semakin baik, database yang semakin kuat, jaringan yang semakin luas, program yang semakin bermanfaat, dan alumni yang semakin merasa memiliki organisasi.

Jika satu kepengurusan berhasil membangun pusat karier alumni, misalnya, kepengurusan berikutnya tinggal mengembangkannya. Jika berhasil membangun database alumni, generasi berikutnya dapat memperkuatnya. Jika berhasil membuat jaringan bisnis alumni, pengurus berikutnya dapat memperluasnya.

Itulah cara organisasi membangun kesinambungan.

Saya melihat Rakernas KAUMY memiliki peluang untuk menentukan arah tersebut.

Seremonial bukan sesuatu yang harus dihapus. Acara organisasi tetap membutuhkan pembukaan, sambutan, narasumber, dokumentasi, dan berbagai rangkaian kegiatan. Namun, semua itu harus menjadi pintu masuk menuju sesuatu yang lebih besar.

Rakernas harus menjawab kebutuhan alumni. Rakernas harus memperkuat hubungan dengan UMY. Rakernas harus melahirkan program yang dapat dirasakan masyarakat.

Dan yang paling penting, Rakernas harus membangun rasa bahwa menjadi bagian dari KAUMY mempunyai arti.

Alumni tidak cukup hanya dikumpulkan ketika organisasi membutuhkan peserta kegiatan. Alumni harus diberi ruang untuk tumbuh bersama. Mereka harus dapat saling membantu, saling membuka jaringan, dan saling memberikan peluang.

KAUMY memiliki modal untuk itu.Jumlah alumni, pengalaman para senior, energi alumni muda, jaringan profesional, dan kekuatan almamater adalah aset yang sangat besar. Yang diperlukan adalah kemauan untuk menyatukan semuanya dalam satu arah yang jelas.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan Rakernas KAUMY bukan pada kemeriahan selama tiga hari di Dormitory Convention UMY. Ukuran keberhasilannya justru akan terlihat beberapa bulan setelah Rakernas, ketika gagasan mulai diwujudkan, program berjalan, dan manfaatnya benar-benar dirasakan alumni maupun masyarakat.

Revisi Oleh:
  • Satria - 09/10/2026 09:25
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu