Mengakhiri masa pengabdian Mubaligh Hijrah Ramadan di Desa Pengalusan, tiga santri MBS Al Madina Banjarnegara yakni Najwan Fuad Syauqi, Gita Riyani, dan Peni Sayekti bekerja sama dengan SDN 1 Pengalusan, Madrasah Diniyah (Madin) Aisyiyah serta takmir masjid menyelenggarakan Dongeng Islami bertajuk Ramadan Ceria di Masjid Nurul Huda Desa Pengalusan, Ahad (8/3/2026).
Dihadiri oleh puluhan anak-anak seusia SD/MI, kegiatan berlangsung meriah, didukung cuaca yang cerah. Beberapa wali juga nampak ikut mengantar putra putrinya. Wajah ceria, tawa riang dan antusias anak-anak yang jarang mendengarkan dongeng itu pecah seketika, begitu Kak Jumbo memulai aksinya.
Sebelumnya, sambil menunggu kehadiran pemateri, anak-anak diajak bermain dan menghafalkan doa-doa. Selain itu, Afrizal salah satu pengajar di Madrasah Diniyah Aisyiyah mengutarakan rasa syukur dan apresiasi dengan adanya kegiatan semacam itu. Ia berharap semakin banyak kegiatan yang dapat menambah ilmu.
“Semoga Pengalusan semakin hidup dengan suasana Islami dan banyak kegiatan yang bermanfaat serta menambah ilmu,” ungkap Afrizal.
Dongeng Islami
Sementara itu, mewakili pondok pesantren, Daffa mengaku bangga dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan agenda Pengabdian Ramadan hingga puncaknya, terselenggara Dongeng Islami tersebut. Ia juga memberikan voucher beasiswa pendidikan bagi anak-anak yang mau melanjutkan sekolahnya di Pondok MBS Al-Madina senilai lima juta rupiah.
Selain bermain gerak dan tepuk, serta membagikan beberapa doorprise, Kak Jumbo menyampaikan pada anak-anak tentang arti penting berpuasa. Ia mengisahkan tentang seekor ular yang perlu berpuasa agar kulitnya yang sakit menjadi sembuh.
Salah satu wali yang hadir, Fajar Dwi Pamuji yang merupakan salah satu guru SMK N 2 Purbalingga berharap agar kegiatan seperti itu semakin sering dilakukan.
“ini perlu sering-sering mengadakan kegiatan untuk anak-anak,” ungkap Fajar yang akrab disapa Jaja.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bapak Hilal Budi Nugraha, Sekretaris Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pengalusan, Erni Susanti guru SDN 1 Pengalusan, segenap guru Madin Aisyiyah, takmir masjid, serta beberapa asatidzah dari MBS Al-Madina Banjarnegara.
Dihubungi secara terpisah, Qomaruddin selaku Wakil Ketua Dewan Kemakmuran Masjid yang berhalangan hadir menyampaikan apresiasi dan harapan dengan selesainya kegiatan pengabdian Ramadan tahun ini.
“Kami atas nama jamaah masjid Jami Nurul Huda mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada adik-adik santri dari Pondok MBS Al-Madina, Banjarnegara atas dedikasi dan partisipasinya dalam menghidupkan kegiatan Ramadan di Masjid Jami’ Nurul Huda, Madin Aisyiyah Gualawa dan kajian di lingkungan kami,” harap Qomarudin yang juga menjabat sebagai Ketua RW.
Ia berharap, semoga apa yang telah diberikan menjadi ilmu yang bermanfaat, amal jariyah yang tak terputus dan bekal kebaikan yang berlipat ganda dari Alloh SWT.
Belajar pada Binatang
Beberapa binatang disebut dalam Al-Qur’an agar dijadikan pelajaran bagi orang-orang yang beriman, bahkan beberapa surat disebut dengan nama binatang seperti Al-Baqarah (sapi betina), An-Nahl (lebah), An-Naml (semut), Al-Ankabut (laba-laba), Al-Fil (gajah).
Adapun kaitannya dengan kebiasaan orang berpuasa, ada beberapa binatang yang juga melakukan puasa dalam makna meninggalkan makan dan minum.
Selain ular, yang ditakuti banyak orang karena beberapa jenis memiliki bisa atau racun yang berbahaya, telah menjalani puasa sebelum akhirnya berganti kulit atau sisik. Tentu orang yang beriman jangan sampai seperti ular, yang setelah berpuasa hanya berganti baju saja yang baru. Lebih dari itu, ia mesti lebih baik karena orang yang berhasil menjalankan puasa dengan sempurna akan menjadi orang-orang yang bertakwa.
Sebagaimana kupu-kupu, yang awalnya merupakan binatang melata, menggelikan dan dibenci banyak orang karena geli dan beberapa menyebabkan kulit gatal-gatal oleh racunnya, kemudian bertranformasi menjadi makhluk yang indah, mampu terbang tinggi, hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain dan disukai banyak orang.
Melalui kisah-kisah sederhana tersebut, kegiatan Ramadan Ceria tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi anak-anak tentang makna puasa dan pentingnya menjadi pribadi yang lebih baik. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments