Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ramadan dan Kemenangan Sejati: Membentuk Kebiasaan Baik Menuju Ridha Allah

Iklan Landscape Smamda
Ramadan dan Kemenangan Sejati: Membentuk Kebiasaan Baik Menuju Ridha Allah
Moh.Helman Sueb ( Hilman Sueb / PWMU.CO )
Oleh : Moh. Helman Sueb Pembina Pesantren Muhammadiyah Babat, Lamongan

Kemenangan tidak datang secara kebetulan atau tanpa usaha dan perlawanan, tetapi kemenangan diperoleh dengan perjuangan dan keberanian menghadapi tantangan. Tanpa keduanya, tidak mungkin mendapatkan kemenangan. Itulah salah satu syarat utama meraih kemenangan.

Di sisi lain, orang-orang yang ingin menang tentu perlu latihan dan pembiasaan. Bagi orang-orang yang beriman, peningkatan keimanan dilakukan dengan melaksanakan perintah-perintah Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Kita dapat menyaksikan betapa gerak orang-orang beriman dalam rukuk dan sujud menjadi pertanda kepatuhan serta pengabdian totalitas kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Di dalam Al-Qur’an, diawal surat Al Mukminun disebutkan dengan penegasan:

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman yaitu orang-orang yang khusyuk dalam shalat mereka, dan yang berpaling dari hal-hal sia-sia, yang sadar mengeluarkan zakat, yang menjaga kehormatan mereka …” (QS. Al Mukminun: 1-4)

Ayat ini menunjukkan tanda-tanda orang yang mendapatkan kemenangan, antara lain:

  1. Melaksanakan shalat dengan khusyu’ dan patuh semata-mata karena Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
  2. Meninggalkan perkataan maupun perbuatan yang sia-sia dan tidak bermanfaat.
  3. Sadar dalam memberikan zakat dan infak.
  4. Menjaga kehormatan diri serta menghindari perbuatan yang kotor, seperti berzina, selingkuh, atau pelecehan terhadap wanita.

Kebiasaan baik setelah Ramadan merupakan kemenangan yang terbentuk dari rangkaian perjuangan, pengorbanan, pengabdian, serta kecintaan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Meskipun demikian, Allah mengingatkan kita tentang kelayakan menerima hadiah surga, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah: 214:

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Apakah kalian mengira untuk masuk ke dalam surga sementara belum datang kepada kalian seperti yang menimpa orang-orang sebelum kalian? Mereka ditimpa kesulitan dan kesusahan, bahkan digoncang dengan berbagai macam ujian. Sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman berkata: ‘Kapan datangnya pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala?’ Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.”

Ayat ini mengingatkan bahwa jalan menuju surga tidaklah mudah, terjal, dan berliku. Jangan sampai sifat sombong muncul karena banyak ibadah atau merasa paling dermawan di bulan Ramadan, atau merasa sebagai sosok yang dibutuhkan masyarakat. Langkah terbaik adalah menanamkan rendah hati dan tasamuh atau lapang dada. Ayat ini mendorong hamba-Nya agar tetap bersyukur atas nikmat yang diterima.

Sebagai kunci meneguhkan kemenangan, beberapa langkah dapat dilakukan antara lain:

  • Istiqomah atau terus-menerus melakukan ketaatan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
  • Mengingat Allah di mana saja berada.
  • Meningkatkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
  • Bersabar dalam menghadapi tantangan kehidupan.
  • Menghindari hal-hal yang merusak persaudaraan.
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡