Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ratusan Guru AUM Lowokwaru Ikuti Baitul Arqom di SMK Muhammadiyah 2 Malang

Iklan Landscape Smamda
Ratusan Guru AUM Lowokwaru Ikuti Baitul Arqom di SMK Muhammadiyah 2 Malang
Ketua PCM Lowokwaru, H Mulyani, SP saat mengisi materi Baitul Arqom AUM Pendidikan Lowokwaru, Foto: Ist/PWMU.CO
pwmu.co -

Ratusan guru dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Lowokwaru mengikuti agenda pengajian dan konsolidasi bertajuk Baitul Arqom yang digelar di SMK Muhammadiyah 2 Malang, Sabtu (28/02), bertepatan dengan 11 Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan ini menjadi forum penguatan ideologi sekaligus penyamaan visi gerakan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan Muhammadiyah di wilayah Lowokwaru.

Acara menghadirkan tiga pemateri utama. Sesi pembuka sekaligus fondasi diskusi disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Lowokwaru (PCM Lowokwaru), H. Mulyani, SP.

Reorientasi Gerakan di Era Disruptif

Dalam pemaparannya bertajuk “Reorientasi Gerakan Tujuan”, Mulyani menekankan pentingnya seluruh elemen persyarikatan untuk kembali memaknai arah perjuangan organisasi, khususnya di tengah dinamika global yang bergerak cepat.

“Kita tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Hari ini kita dihadapkan pada dinamika masyarakat global yang sangat cepat. Reorientasi ini bukan berarti meninggalkan identitas, tetapi justru memperkokoh nilai-nilai ideologi kita agar tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman,” tegasnya di hadapan peserta yang memenuhi aula sekolah.

Menurutnya, para guru dan tenaga kependidikan AUM bukan sekadar pekerja administratif, tetapi bagian dari garda ideologis Muhammadiyah.

AUM sebagai Benteng Terdepan

Untuk memperjelas posisinya, Mulyani menyajikan ilustrasi diagram lingkaran konsentris yang menjadi bahan refleksi bersama.

Dalam skema tersebut, Persyarikatan Muhammadiyah ditempatkan sebagai pusat gerakan. Lingkaran terluar menggambarkan masyarakat global yang menjadi realitas eksternal dan tidak terhindarkan.

Di dalamnya terdapat AUM—seperti sekolah, panti asuhan, dan layanan kesehatan—yang berperan sebagai garda terdepan dalam bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Lebih dalam lagi terdapat keluarga pegawai AUM sebagai motor penggerak organisasi. Seluruh lingkaran tersebut bermuara pada satu tujuan utama: kemaslahatan masyarakat.

“Dari diagram ini kita belajar bahwa AUM dan para karyawannya adalah benteng terdepan. Jika benteng ini kokoh, maka ia mampu menyaring dampak negatif globalisasi dan menyebarkan nilai-nilai Islam Berkemajuan. Jika tidak, kita akan tergerus,” jelasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia mengajak seluruh peserta untuk menempatkan profesi sebagai pendidik dalam kerangka dakwah dan pengabdian.

Bekerja sebagai Ibadah dan Jihad Intelektual

Melalui forum Baitul Arqom ini, PCM Lowokwaru berharap seluruh guru dan karyawan AUM dapat menyamakan visi gerakan.

Bekerja di lingkungan Muhammadiyah, menurut Mulyani, bukan semata mencari nafkah, melainkan bentuk ibadah dan jihad intelektual dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Selain Mulyani, kegiatan ini juga menghadirkan Dr. Muhammad Muhson, M.Pd.I., yang mengupas Nilai Ideologi Muhammadiyah, serta Nurul Susianto, S.Pd., yang menyampaikan materi tentang Budaya Kerja Muhammadiyah.

Ketiga materi tersebut dirangkai untuk memberikan bekal komprehensif bagi pegawai AUM agar mampu menjalankan tugas secara profesional sekaligus ideologis.

Perkuat Konsolidasi dan Syiar Digital

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB ini turut didukung oleh berbagai platform media sosial dan kanal komunikasi internal PCM Lowokwaru.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat jaringan silaturahmi sekaligus memperluas syiar dakwah di era digital.

Melalui Baitul Arqom, ratusan guru dan karyawan AUM Lowokwaru diharapkan semakin solid, adaptif terhadap perubahan zaman, serta tetap kokoh dalam nilai-nilai ideologi Muhammadiyah.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu