Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Refleksi Hari Sumpah Pemuda: Pemuda Harapan Bangsa

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Refleksi Hari Sumpah Pemuda: Pemuda Harapan Bangsa
Muhammad Wahid
BANNER RSI AISYIYAH MALANG

Pemuda memiliki andil yang sangat besar dalam sejarah kebangkitan bangsa. Maju mundurnya sebuah bangsa sangat bergantung pada kondisi para pemudanya. Jika pemudanya memiliki jiwa yang maju, jiwa besar, dan jiwa kepemimpinan yang kuat, maka bangsa itu akan maju, besar, dan mampu berkontribusi dalam peradaban dunia.

Sebaliknya, jika pemudanya menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi bertentangan dengan nilai-nilai agama dan norma kesusilaan, maka masa depan bangsa itu kelam dan penuh ketidakpastian.

Sosok pemuda seperti apakah yang dapat diharapkan mampu membangun negeri ini?

Dalam Al-Quran digambarkan sosok pemuda yang luar biasa, yaitu Ashhabul Kahfi — sekelompok pemuda yang memiliki keberanian mempertahankan iman di tengah lingkungan yang menentang kebenaran. Allah berfirman:

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِالْحَقِّ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى

“Mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (QS Al-Kahfi: 13)

Dalam sabda Nabi SAW pun diingatkan:

“Manfaatkanlah masa mudamu sebelum masa tuamu.” (Syabaabaka qabla haramika)

Dari ayat dan hadits tersebut tampak bahwa Islam sangat menekankan pentingnya masa muda. Masa muda bukan sekadar masa berbekal untuk hari tua, melainkan masa di mana kekuatan fisik, semangat, dan idealisme berada di puncaknya. Jika masa muda disia-siakan, maka sesal akan datang di masa tua, namun jika dimanfaatkan dengan benar, ia akan menjadi modal berharga bagi kemajuan dunia dan akhirat.

Sepanjang sejarah Islam, kita mengenal deretan pemuda yang mengubah peradaban: Mush’ab bin Umair yang gigih menyebarkan dakwah, Ali bin Abi Thalib yang berani membela kebenaran sejak muda, Zaid bin Haritsah yang setia dan berbakti, Utsman bin Affan yang pemurah dan rendah hati, Zubair bin Awwam yang pemberani, serta Abdurrahman bin Auf yang dikenal dengan kelembutan dan kedermawanannya. Mereka adalah pemuda yang membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk menjadi pelopor kebaikan.

Lalu, karakteristik pemuda yang diharapkan itu seperti apa? Berikut enam cirinya:

Pertama: Pemuda yang selalu menyeru kepada kebenaran

“Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.” (QS Al-A’raf: 181)

Pemuda yang membangun negeri tidak sekadar pintar, tetapi berani berdiri di jalan kebenaran. Ia tidak ikut arus jika arus itu salah, dan tidak diam saat keadilan dikhianati.

Kedua: Pemuda yang mencintai Allah dan Allah pun mencintai mereka

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Maidah: 54)

Pemuda pembangun negeri tidak sekadar mencintai Allah dalam hati, tetapi membuktikannya dengan kelembutan kepada sesama dan ketegasan di saat kebenaran terancam. Ia tidak takut dikritik selama ia berada di jalan Allah.

Ketiga: Pemuda yang saling melindungi, saling mengingatkan, dan taat kepada agama

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS At-Taubah: 71)

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Persatuan yang dibangun atas dasar iman dan saling mengingatkan dalam kebaikan adalah pondasi terkuat sebuah bangsa. Pemuda sejati tidak membiarkan temannya terjerumus ke kesalahan, tetapi dengan kasih mengingatkan dan mengulurkan tangan.

Keempat: Pemuda yang memenuhi janjinya kepada Allah SWT

“(Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian.” (QS Ar-Ra’d: 20)

Kepercayaan adalah mata uang yang berlaku di mana saja. Pemuda yang dapat dipercaya, yang menjaga amanah dan menepati janji, adalah pemuda yang layak memimpin masa depan bangsa. Sebab bangsa yang dibangun di atas ketidakjujuran pasti akan runtuh.

Kelima: Pemuda yang tidak ragu berkorban dengan jiwa dan harta untuk kebenaran

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS Al-Hujurat: 15)

Membangun bangsa membutuhkan pengorbanan. Tidak ada kemajuan yang diraih tanpa keikhlasan memberikan waktu, tenaga, pikiran, dan harta. Pemuda sejati tidak menunggu orang lain berbuat baik, tetapi ia yang bergerak di barisan terdepan.

Keenam: Pemuda yang tumbuh dalam ibadah dan hatinya terpaut dengan masjid

Rasulullah SAW bersabda:

“Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari tidak ada naungan selain naungan-Nya: pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, orang yang hatinya terpaut dengan masjid… (dst)” (HR Bukhari dan Muslim)

Kekuatan fisik dan kecerdasan tanpa kekuatan iman akan mudah hancur. Pemuda yang senantiasa menjaga hubungannya dengan Allah akan diberi kekuatan, ketenangan, dan petunjuk di setiap langkah kehidupannya. Di masjid, di tempat ilmu dituntut, di kebaikan ditebarkan — di sanalah karakter pemuda sejati ditempa.

Melalui para pemuda dengan karakteristik mulia inilah, Islam berhasil menumbangkan kezaliman dan membangun peradaban yang adil dan beradab. Maka, tidak menutup kemungkinan, jika kita hari ini memberikan perhatian, bimbingan, dan kepercayaan kepada pemuda yang beriman dan berilmu — bangsa Indonesia ini akan mampu bangkit kembali, menjadi bangsa yang maju, sejahtera, dan diridhoi Allah SWT.

Semoga kita semua termasuk dalam golongan pemuda yang diharapkan oleh agama dan bangsa. Aamiin.

Selamat Hari Sumpah Pemuda. 28 Oktober 2026. (*)

 

 

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 28/10/2026 13:05
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu