Demi satu tujuan mulia agar anak-anak bisa kembali bersekolah, relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur yang berasal dari Kabupaten Blitar rela berjibaku dengan lumpur dan sisa banjir di Aceh Tamiang. Dengan penuh semangat dan keikhlasan, para relawan membersihkan lingkungan pendidikan yang terdampak banjir, Ahad (4/1/2026).
Lokasi pembersihan difokuskan di Madrasah Aliyah Al-Hikmah Sunting, yang berada di Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Sekolah tersebut sebelumnya terendam banjir cukup parah, menyisakan lumpur tebal di ruang kelas, halaman, hingga fasilitas pendukung belajar-mengajar.
Relawan MDMC Blitar yang tergabung dalam tim MDMC Jawa Timur turun langsung sejak pagi hari. Dengan peralatan yang cukup memadai, mereka membersihkan lumpur, mengangkut sampah, menyapu ruang kelas, hingga memastikan sekolah layak digunakan kembali. Tak sedikit dari mereka yang harus berlumuran lumpur atau gluprut, namun hal itu tidak menyurutkan langkah.
“Kami datang dengan satu niat, bagaimana caranya anak-anak di sini bisa kembali sekolah besok. Pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena bencana,” ujar Harits relawan MDMC asal Kabupaten Blitar di sela kegiatan.
Aksi Kemanusiaan
Aksi kemanusiaan ini bukan sekadar kerja bakti, melainkan bentuk nyata kepedulian Muhammadiyah terhadap keberlangsungan pendidikan di wilayah terdampak bencana. Bagi para relawan, membersihkan sekolah berarti menjaga harapan dan masa depan generasi muda Aceh Tamiang.
Kehadiran relawan MDMC Blitar juga mendapat apresiasi dari pihak sekolah dan masyarakat setempat. Mereka merasa terbantu, mengingat keterbatasan tenaga dan kondisi pascabencana yang cukup menguras energi.
“Kami sangat berterima kasih. Dengan bantuan relawan MDMC, sekolah kami bisa segera digunakan kembali. Anak-anak sangat menantikan bisa belajar seperti biasa,” ungkap salah satu guru Madrasah Aliyah Al-Hikmah Sunting.
MDMC Jawa Timur melalui para relawan dari berbagai daerah terus berkomitmen mendampingi masyarakat terdampak, tidak hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga pemulihan sarana vital seperti sekolah. Semangat gotong royong, kepedulian, dan nilai kemanusiaan menjadi ruh utama dalam setiap langkah mereka.
Aksi “rela gluprut demi satu tujuan” ini menjadi bukti bahwa bencana tidak mampu memadamkan semangat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dari Blitar untuk Aceh Tamiang, relawan MDMC hadir membawa harapan. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments