Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Resmi Dilantik, Pimpinan Komisariat IMM Djuanda Kartawidjaja Jadi Komisariat Kelima di Universitas Airlangga

Iklan Landscape Smamda
Resmi Dilantik, Pimpinan Komisariat IMM Djuanda Kartawidjaja Jadi Komisariat Kelima di Universitas Airlangga
Prosesi Pelantikan PK IMM Djuanda Kartawijaja Universitas Airlangga (Zahra Putri Pratiwig/PWMU.CO)
pwmu.co -

Setelah dideklarasikan pada 10 Desember 2025 di Balai Surya Airlangga dalam agenda Rapat Pleno Diperluas Koordinator Komisariat (Koorkom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Airlangga, Pimpinan Komisariat (PK) IMM Djuanda Kartawidjaja Periode 2025–2026 resmi dilantik dengan Sahrul Efendi sebagai Ketua Umum pertama.

Agenda pelantikan tersebut diselenggarakan pada Kamis (15/1/2036) di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, dengan mengusung tema “Transformasi dan Inisiasi Gerakan Menuju Organisasi yang Berintegritas, Intelektual, Humanis, dan Adaptif.”

Dengan terselenggaranya pelantikan ini, maka secara resmi dimulai masa kepemimpinan PK IMM Djuanda Kartawidjaja untuk satu periode ke depan. Prosesi pelantikan dipimpin oleh Sekretaris Umum Pimpinan Cabang (PC) IMM Kota Surabaya, Kenneth Sulthon Alafi, kemudian dilanjut pengucapan ikrar pelantikan oleh Ketua Umum PC IMM Kota Surabaya, Erfanda Andi Mada Arectya.

Usai prosesi pelantikan, Erfanda menyampaikan apresiasi atas proses pembentukan dan pemekaran komisariat yang menurutnya telah dijalankan melalui prinsip musyawarah serta nilai kolektif dan kolegial. Dengan pelantikan ini, PK IMM Djuanda Kartawidjaja resmi menjadi komisariat kelima di lingkungan Universitas Airlangga.

Resmi Dilantik, IMM Komisariat Djuanda Kartawidjaja Jadi Komisariat Kelima di Unair
Momen penyerahan tumpeng sebagai simbolis kelahiran komisariat baru di Universitas Airlangga (Zahra Putri Pratiwig/PWMU.CO)

Wakil Presiden Mahasiswa UMSURA 2021-2022 itu menuturkan bahwa IMM di Universitas Airlangga memiliki karakter jalan tengah dalam menyikapi berbagai dinamika kampus. Nilai tersebut, menurutnya, menjadi ciri khas gerakan IMM di Kampus Timur Jawa Dwipa.

“Soalnya apa? Karena selama ini yang saya lihat, teman-teman IMM Universitas Airlangga selalu memilih jalan tengah, selalu bersikap wasathiyah. Dalam dinamika internal IMM-nya maupun eksternal, meski eskternal lebih sering kencang untuk melawan ya. Saya berharap ke depan, salah satu atau semua komisariat Universitas Airlangga turut andil mengkritik cabang, mungkin pada periode yang baru nanti, jangan yang sekarang,” ujarnya dengan tawa sumringah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Berangkat dari nilai wasathiyah yang berkembang di IMM Universitas Airlangga, Erfanda mengungkapkan bahwa nilai tersebut menginspirasinya untuk dijadikan tema Musyawarah Cabang (Musycab) PC IMM Kota Surabaya yang akan diselenggarakan dalam beberapa pekan ke depan.

Ia juga menyoroti perkembangan IMM di perguruan tinggi negeri lainnya, seperti UIN Sunan Ampel Surabaya, UPN Veteran Jawa Timur, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), sebagai bagian dari perluasan dakwah Muhammadiyah di Kota Surabaya.

“Ketika IMM berkembang di perguruan tinggi negeri, kader IMM akan bersentuhan langsung dengan dinamika organisasi mahasiswa ekstra yang lebih beragam. Dari situ, dakwah Muhammadiyah di lingkungan kampus akan semakin masif,” pungkas Erfanda.

Menurutnya, pertumbuhan IMM di perguruan tinggi negeri akan berdampak pada semakin luasnya jangkauan dakwah Muhammadiyah di masyarakat. Ia juga mendorong seluruh pimpinan komisariat untuk mengembangkan pola gerakan yang kolaboratif, responsif terhadap dinamika kampus, serta mampu membaca dan mengoptimalkan potensi kader, khususnya di bidang akademik dan intelektual. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu