Abdul Mu’ti ceramah di tabligh akbar SMK Mutia Ngoro Mojokerto. (Iqbal/PWMU.CO)
PWMU.CO – Per 1 Muharrom 1446 Hijriyah atau 7 Juli 2024 ini Muhammadiyah telah resmi melakukan pengembangan dari Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT). Pengembangan tersebut dilakukan dalam tahap menaanggapi tantangan dari konteks keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengatakan kompleksitas isu dalam KHGT, juga beririsan dengan isu politik – baik itu di level nasional maupun global. Selain kompleks, KHGT juga menjadi isu yang dinamis ditinjau dari manhaj dan konsekuensi dari penggunaannya.
“Muncul kritik ketika mendekati Bulan Ramadan, Idul Fitri, dan Idula Adha selalu ada debat tahunan yang masalahnya selalu berulang. Apakah hilalnya sudah muncul atau belum?,” kata Abdul Mu’ti saat launching, Jumat (5/7/2024).
Abdul Mu’ti berharap bahwa kehadiran Konferensi Hijriyah Global dan Terpadu (KHGT) ini dapat mengakhiri perdebatan tahunan mengenai penanggalan hijriyah, sehingga umat Muslim tidak lagi terkuras energinya hanya untuk masalah tersebut.
“KHGT ini tidak hanya menjawab perdebatan tiga waktu penting umat Islam itu saja, tapi juga untuk memberikan kepastian waktu-waktu penting yang lain termasuk jadwal salat sehari-hari, perjanjian, dan seterusnya,” imbuhnya.
Masih banyak urusan lain yang menunggu penyelesaian, dan Mu’ti berharap agar fokus umat bisa dialihkan ke hal-hal tersebut. Saat bertemu dengan perwakilan Islamic Society of North America (ISNA), Mu’ti mengetahui bahwa ISNA saat ini juga menggunakan penanggalan hijriyah berdasarkan hisab. Jadi, dengan demikian adanya KHGT tidak dikhususkan hanya untuk kepentingan ibadah umat Islam saja.
0 Tanggapan
Empty Comments