Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Rihlah PDA Jember ke Museum Muhammadiyah: Menyusuri Jejak Sejarah dan Perjuangan Persyarikatan

Iklan Landscape Smamda
Rihlah PDA Jember ke Museum Muhammadiyah: Menyusuri Jejak Sejarah dan Perjuangan Persyarikatan
Foto bersama di Museum Muhammadiyah. Foto: Humaiyah/PWMU.CO.
pwmu.co -

Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Jember merasa bangga dapat mengadakan rihlah ke Museum Muhammadiyah pada Sabtu (20/12/2025). Museum ini terletak di kawasan Universitas Ahmad Dahlan, universitas kebanggaan Persyarikatan Muhammadiyah

Setibanya di universitas yang menjadi kebanggaan Muhammadiyah ini, peserta rihlah dibagi menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok memperoleh durasi kunjungan masing-masing selama tiga puluh menit.

Setelah menerima gelang dan karcis, kelompok pertama mendapat kesempatan masuk terlebih dahulu. Di pintu museum, pemandu memberikan penjelasan mengenai peraturan yang harus dipatuhi selama berada di area museum.

Keinginan Muhammadiyah untuk mendirikan museum pertama kali disampaikan oleh cicit KH Ahmad Dahlan, Widyastutik, dalam kegiatan kopdar PWMU.CO pada Oktober 2017. Museum Muhammadiyah kemudian diresmikan pada 14 November 2022.

Di lantai satu, pengunjung disambut dengan ucapan selamat datang serta foto tokoh-tokoh yang pernah menahkodai organisasi berlambang matahari ini. Tak jauh dari area tersebut, terpajang logo muktamar Muhammadiyah dari masa ke masa.

Selain itu, terdapat replika kapal yang menggambarkan perjalanan Ahmad Dahlan menuju Mekkah untuk menuntut ilmu pada usia 15 tahun.

Rak buku yang menjulang tinggi menghadirkan kekaguman sekaligus menjadi bukti bahwa budaya literasi di Muhammadiyah telah berjalan lebih dari seabad. Bukan sekadar dekorasi, rak tersebut menyimpan berbagai karya terbaik para tokoh Muhammadiyah.

Rak buku raksasa ini juga merepresentasikan bahwa Muhammadiyah menempatkan pendidikan dan ilmu pengetahuan sebagai hal yang sangat penting.

Selain itu, terdapat teknologi globe hologram 3D yang memperlihatkan sisi kecanggihan museum. Melalui perangkat ini, pengunjung tidak hanya disuguhi tampilan visual yang menarik, tetapi juga pesan simbolik tentang pengetahuan dan pendidikan sebagai inti perjuangan Muhammadiyah sejak awal berdirinya.

Masih di lantai yang sama, terpampang kutipan Surat Al-‘Ashr yang mengingatkan pengunjung bahwa waktu adalah amanah yang harus diisi dengan saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran. Di area ini juga terdapat globe yang dapat berputar, dengan permukaannya dihiasi kutipan-kutipan bijak dari tokoh-tokoh Muhammadiyah.

Di ruang lain, terpampang layar lebar yang menampilkan tokoh-tokoh Muhammadiyah melalui film dokumenter dan rekaman sejarah. Melalui tayangan tersebut, pengunjung dapat merasakan langsung semangat perjuangan yang turut menggerakkan bangsa ini dengan keteguhan dan tanpa mengenal lelah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dinding museum juga dipenuhi kutipan tokoh-tokoh Muhammadiyah yang sarat makna. Semuanya menjadi penanda semangat, keberanian, dan nilai-nilai yang diperjuangkan oleh organisasi berlambang matahari ini. Di antaranya terdapat pesan bahwa seorang Muslim sejati tetap berdiri di tempat yang benar meskipun dunia berada dalam keadaan kacau.

Ada pula ungkapan reflektif bahwa yang bersalah bukanlah manusia, melainkan “bintang-bintang”.

“Bintang-bintang” tersebut dimaknai sebagai kendaraan besi yang terus melaju di balik bukit, serta cahaya yang sesungguhnya diterangi oleh kekuasaan dan kerakusan negara.

Lantai berikutnya menyajikan sejarah yang lebih mendalam. Di area ini, pengunjung dapat menemukan foto-foto dokumenter, manuskrip, serta atribut dari tujuh organisasi otonom Muhammadiyah.

Setiap atribut yang ditampilkan bukan sekadar benda, melainkan simbol kontribusi dan perjuangan. Seluruh koleksi museum menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini, sekaligus sarana untuk memperkenalkan generasi muda pada akar sejarahnya.

Lantai ketiga menjadi bukti konkret bagaimana nilai-nilai Muhammadiyah diterjemahkan dalam kehidupan nyata, terutama semangat ta’awun. Di lantai ini ditampilkan berbagai informasi mengenai amal usaha Muhammadiyah, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, hingga lembaga-lembaga sosial.

Saya merasa terinspirasi melihat bagaimana Muhammadiyah tidak hanya berkontribusi di masa lalu, tapi juga aktif membangun masyarakat hingga kini.

Rihlah ke Museum Muhammadiyah bukan sekadar kegiatan mengenang masa lalu. Museum ini menjadi ruang dialog antara sejarah dan tantangan kekinian, yang memadukan teknologi, seni, dan nilai-nilai spiritual dalam satu pengalaman yang utuh.

Dengan narasi yang kuat dan visual yang menarik, Museum Muhammadiyah menyuarakan pesan Islam berkemajuan. Kehadirannya menjadi bukti bahwa tradisi dan modernitas dapat bersinergi, membentuk wajah Islam yang menyenangkan, ramah, terbuka, dan penuh harapan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu