Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Risalah Islam Berkemajuan Didorong Menjadi Panduan Praktis Pengusaha Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Risalah Islam Berkemajuan Didorong Menjadi Panduan Praktis Pengusaha Muhammadiyah
RIB Jadi Landasan Worldview Pengusaha, Muhammadiyah Dorong Model Wirausaha Berkeadilan dan Berkemajuan (Foto: Istimewa)
pwmu.co -

Sekretaris Jenderal Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), Muhammad Ghufron Mustaqim, menegaskan bahwa Risalah Islam Berkemajuan (RIB) perlu diterapkan secara konkret dalam bidang ekonomi dan kewirausahaan. Hal itu disampaikannya dalam Pengajian Ramadan 1447 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang berlangsung di Student Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Ahad (22/2/2026).

Wakil Ketua Lembaga Pengembang UMKM PP Muhammadiyah itu juga menjelaskan bahwa Risalah Islam Berkemajuan memuat pandangan yang komprehensif tentang kehidupan, termasuk dalam aspek ekonomi. Di dalamnya terdapat sejumlah kata kunci penting seperti keadilan ekonomi, pemberdayaan, literasi ekonomi, budaya kedermawanan, serta kebangkitan ekonomi umat.

“Risalah Islam Berkemajuan adalah dokumen yang brilian karena mengkristalisasi worldview Muhammadiyah. Nilai-nilainya perlu diturunkan ke level praksis di berbagai bidang, termasuk wirausaha,” ujarnya.

Dari pemahaman tersebut, Ghufron menginisiasi gagasan untuk menyadur RIB menjadi panduan praktis bagi pengusaha Muhammadiyah. Ia menilai hingga saat ini belum tersedia rujukan yang komprehensif mengenai bagaimana sosok pengusaha Islam berkemajuan diwujudkan dalam praktik bisnis sehari-hari.

“Selama ini banyak pelaku usaha Muslim yang masih mengadopsi begitu saja falsafah bisnis dari perspektif sekuler, kapitalistik, dan materialistik. Karena itu, penting bagi Muhammadiyah untuk mengontekstualisasikan Risalah Islam Berkemajuan ke dalam dunia usaha,” jelasnya.

Risalah Islam Berkemajuan Didorong Menjadi Panduan Praktis Pengusaha Muhammadiyah (2)
Sekjen SUMU Tekankan Pentingnya Implementasi Risalah Islam Berkemajuan dalam Kewirausahaan (Foto: Istimewa)

Ia menambahkan bahwa pendekatan ekonomi global yang dominan saat ini cenderung berorientasi pada keuntungan semata, bahkan sering menghalalkan berbagai cara demi pertumbuhan bisnis. Pola tersebut, menurutnya, telah memicu berbagai persoalan global seperti ketimpangan ekonomi ekstrem, kemiskinan, konflik sosial, hingga kerusakan lingkungan.

“Krisis yang terjadi hari ini banyak bersumber dari pendekatan ekonomi yang sekuler-kapitalistik. Ini bertentangan dengan nilai-nilai Risalah Islam Berkemajuan,” tegas Ghufron.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Karena itu, ia menekankan pentingnya menjadikan RIB sebagai fondasi utama dalam pengelolaan usaha. Model bisnis yang dikembangkan perlu menempatkan nilai ketuhanan sebagai pusat orientasi, sehingga tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan kemaslahatan.

“Pengelolaan bisnis harus meletakkan Allah sebagai pusat orientasi. Pendekatan ini tentu berbeda dengan falsafah bisnis yang berangkat dari sekularisme dan materialisme,” katanya.

Lebih lanjut, Ghufron menilai potensi ekonomi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah sangat besar dan dapat terus dikembangkan apabila Risalah Islam Berkemajuan dijadikan sebagai basis ideologis sekaligus operasional dalam pengembangan usaha.

“Sangat penting bersandar pada Risalah Islam Berkemajuan yang dikontekstualisasikan dalam dunia bisnis agar tetap relevan dengan tantangan zaman. Ini perlu dimasifkan hingga ke level praksis,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa penguatan pilar ekonomi Muhammadiyah merupakan bagian dari strategi dakwah berkemajuan yang mencakup aspek kesejahteraan umat. Melalui sinergi antara nilai ideologis dan profesionalitas pengelolaan usaha, Muhammadiyah diharapkan mampu menghadirkan model ekonomi yang berkeadilan, berkelanjutan, serta memberikan dampak luas bagi masyarakat. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu