Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

RSI Fatimah Banyuwangi Gelar Kajian Ramadan Bersama PDM Banyuwangi

Iklan Landscape Smamda
RSI Fatimah Banyuwangi Gelar Kajian Ramadan Bersama PDM Banyuwangi
Suasana kajian Ramadhan karyawan RSI Fatimah Banyuwangi bersama PDM Banyuwangi, Foto:Ist/PWMU.CO
pwmu.co -

Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti kegiatan kajian Ramadan yang digelar oleh Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah Banyuwangi. Kegiatan ini diikuti seluruh karyawan rumah sakit bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai spiritual di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kajian yang dilaksanakan secara rutin setiap pekan selama Ramadan ini mengusung tema Momentum Hijrah Spiritual di Era Peradaban Digital. Bertempat di aula rumah sakit, kegiatan digelar menjelang waktu berbuka puasa sehingga menghadirkan suasana religius sekaligus mempererat kebersamaan antar karyawan.

Memperkuat Nilai Spiritual dalam Pelayanan Kesehatan

Direktur RSI Fatimah Banyuwangi, dr. Widowati, Sp.An-Ti, menyampaikan harapannya agar kegiatan kajian Ramadan ini mampu memberikan dampak spiritual yang positif bagi seluruh karyawan rumah sakit.

“Semoga kajian Ramadan dan berbuka bersama ini menjadi kegiatan yang memberikan manfaat, barokah, dan menjadi amal sholeh bagi kita semua,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penguatan spiritual menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima. Menurutnya, pelayanan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kompetensi medis, tetapi juga oleh ketulusan, integritas, serta nilai-nilai keislaman yang dimiliki setiap tenaga kesehatan.

Kajian Tazkiyatun Nafs dalam Momentum Ramadan

Pada Sabtu, 28 Februari 2026, kajian Ramadan gelombang kedua menghadirkan Ketua Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), Drs. Sunarto, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, ia mengupas tema tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa sebagai inti dari hijrah spiritual.

Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa proses penyucian jiwa memiliki tiga tahapan utama, yakni takhalli (membersihkan diri dari sifat tercela), tahalli (membiasakan diri dengan ketaatan), serta tajalli (mencapai pencerahan dan ketenangan jiwa).

Selain itu, ia juga memaparkan bahwa manusia dapat berada dalam tiga kondisi, yaitu dominasi takwa, keadaan seimbang antara akal dan nafsu, serta dominasi fujur yang dipengaruhi oleh syahwat, hedonisme, dan hawa nafsu.

“Jiwa akan bersih jika kita membiasakan dzikir, menjaga sholat, serta mengingat kematian dan kedahsyatan hari akhir. Itulah proses tazkiyatun nafs yang harus terus diupayakan,” jelasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Bagian dari Pembinaan Sumber Daya Insani

Sementara itu, Kepala Bidang SDI dan Diklat RSI Fatimah Banyuwangi, Ns. Sri Suherning, S.Kep., MM, menegaskan bahwa kajian Ramadan menjadi bagian dari strategi pembinaan sumber daya insani di lingkungan rumah sakit.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keimanan, menambah pemahaman agama, serta memperkuat ukhuwah Islamiah antar karyawan.

“Kajian ini bertujuan meningkatkan keimanan, menambah pemahaman agama, membersihkan hati, mempererat ukhuwah Islamiah, sekaligus membangun semangat hijrah spiritual,” tuturnya.

Ia berharap penguatan nilai spiritual di bulan Ramadan mampu membentuk pribadi yang tidak hanya profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.

Rangkaian Program Ramadan RSI Fatimah Banyuwangi

Kajian Ramadan dan buka puasa bersama ini menjadi bagian dari rangkaian agenda Ramadan yang diselenggarakan oleh RSI Fatimah Banyuwangi.

Selain kajian, pihak rumah sakit juga menggelar berbagai kegiatan keagamaan lainnya, seperti program tahsin Al-Qur’an, pengajian rutin, tadarus bersama, pembagian takjil, serta penyaluran bingkisan kepada warga sekitar.

Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan suasana Ramadan yang lebih bermakna sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan rumah sakit dan masyarakat sekitar.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu