Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa Moskow mendorong dilanjutkannya jalur negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat terkait isu program nuklir. Rusia menilai masih ada peluang diplomasi antara kedua pihak untuk menurunkan ketegangan.
Peskov mengingatkan bahwa pemilihan opsi militer justru akan membawa dampak berbahaya dan memicu instabilitas di seluruh kawasan Timur Tengah. Menurutnya, penggunaan kekuatan hanya akan memperburuk situasi.
“Kami terus mengimbau semua pihak untuk bersikap bijak, menahan diri, dan tidak memilih kekerasan dalam penyelesaian konflik. Ruang untuk dialog sejatinya belum tertutup,” kata Peskov dikutip dari Reuters, Jumat (30/1/2026).
Kremlin menegaskan bahwa upaya diplomatik harus menjadi langkah utama untuk meredakan ketegangan yang semakin meningkat antara Washington dan Teheran. Segala tindakan koersif, menurut Rusia, berpotensi menciptakan kekacauan dan mengguncang stabilitas keamanan regional.
Pernyataan ini disampaikan di tengah memanasnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa Washington tidak akan membiarkan Iran memperoleh senjata nuklir.
Hubungan antara Rusia dan Iran dalam beberapa tahun terakhir terus diperkuat. Pada Januari tahun lalu, kedua negara menandatangani perjanjian kemitraan strategis yang mencakup kerja sama di bidang politik, ekonomi, dan keamanan.





0 Tanggapan
Empty Comments