“Jika kalian tidak mendapatkan sesuatu (untuk diberikan), maka berdoalah kepada Allah untuknya, hingga mereka tahu bahwa kamu telah membalas mereka.” (HR. Abu Dawud, 1762; Nasa’i, 2567; dinyatakan sahih oleh Albani)
Dengan kata lain, seseorang tidak dibebani melainkan sebatas kesanggupannya.
Hal ini merupakan salah satu dari kelembutan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada makhluk-Nya, kasih sayang-Nya kepada mereka, serta bentuk kebaikan-Nya yang tidak terhingga.
Allah berfirman: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)
Ayat ini meneguhkan hati hamba-hamba-Nya yang sering merasa berat menanggung ujian kehidupan. Apa pun bentuknya, baik berupa kesulitan ekonomi, beban pekerjaan, masalah keluarga, atau bahkan musibah yang mengguncang hati, semuanya masih berada dalam batas kemampuan manusia itu sendiri.
Allah Maha Tahu kadar daya tahan setiap hamba-Nya.
Allah Ta’ala juga berfirman: “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS. Ar-Rahman: 60)
Dan firman-Nya: “Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.” (QS. Al-Qasas: 77)
Kekuatan Doa
Seorang ibu rumah tangga yang hidup sederhana sering kali merasa cemas karena tidak bisa memberi hadiah atau bantuan materi kepada tetangganya.
Namun, ia selalu mendoakan mereka agar sehat, dimudahkan rezekinya, dan dijauhkan dari kesusahan.
Doa yang tulus itu, menurut hadits Nabi, menjadi balasan terbaik ketika tangan tidak mampu memberi. Inilah bukti bahwa Allah tidak membebani lebih dari yang ia mampu.
Begitu juga dengan seorang mahasiswa yang harus membagi waktunya antara kuliah dan bekerja paruh waktu untuk membantu keluarga.
Kadang ia merasa lelah dan tertekan, namun ayat “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya” menjadi penguat.
Kesibukan itu, meski berat, justru melatih kedewasaannya, mengasah kesabaran, dan mendekatkannya pada Allah.
Hikmah yang Bisa Dipetik
- Kesanggupan adalah ukuran dari Allah, bukan manusia. Apa yang kita anggap mustahil, ternyata Allah tahu kita bisa melaluinya.
- Kebaikan tidak selalu berbentuk materi. Doa, senyum, dan perhatian tulus pun adalah balasan kebaikan.
- Ujian adalah tanda kasih sayang. Dengan ujian, seorang hamba belajar bergantung kepada Allah, bukan semata pada kemampuan diri.
- Balaslah kebaikan dengan kebaikan. Jika tidak mampu, doakanlah. Karena doa tulus bisa lebih berharga daripada harta.
Dengan memahami hal ini, hati menjadi lapang. Seberat apa pun ujian hidup, seorang muslim yakin bahwa Allah Maha Adil dan tidak akan menimpakan sesuatu yang melampaui batas kesanggupan.
Dan setiap kebaikan, sekecil apa pun, pasti akan dibalas kebaikan oleh Allah yang Maha Pemurah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments