Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Salat Bukan Beban, Tapi Nafas Ruhani

Iklan Landscape Smamda
Salat Bukan Beban, Tapi Nafas Ruhani
Foto: islamic-relief.org.uk
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
pwmu.co -

Salat adalah ibadah wajib bagi umat Muslim dan merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat.

Secara bahasa, salat berarti doa atau cara berdoa. Menurut istilah, salat adalah rangkaian ucapan dan gerakan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Salat adalah tiang agama. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Pokok segala perkara adalah Islam, tiangnya adalah salat, dan puncaknya adalah jihad.” (HR. Tirmidzi)

Salat bukan hanya ritual, melainkan pondasi utama kehidupan seorang Muslim. Tanpa salat, ibarat rumah tanpa tiang, akan runtuh.

Perintah Allah tentang Salat

Salat diperintahkan langsung oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada peristiwa Isra’ Mi’raj, sebagai tanda betapa agung dan pentingnya kedudukan salat. Allah berfirman:

“Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45)

Ayat ini menegaskan fungsi salat sebagai benteng moral dan spiritual.

Jenis-Jenis Salat

  • Salat Wajib (Fardu)
  • Salat fardu dilakukan lima kali sehari:
  • Subuh (2 rakaat)
  • Zuhur (4 rakaat)
  • Asar (4 rakaat)
  • Maghrib (3 rakaat)
  • Isya (4 rakaat)
  • Salat Sunah

Salat sunah menjadi penyempurna dan penguat salat wajib, seperti salat Dhuha, Tahajud, Rawatib, Tarawih, Witir, dan lainnya. Rasulullah SAW bersabda:

“Salat sunah rawatib dua belas rakaat yang dilakukan oleh seorang hamba setiap hari, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Muslim)

Pentingnya Salat

1. Komunikasi langsung dengan Allah

Salat adalah kesempatan seorang hamba untuk “berdialog” dengan Allah, menyampaikan doa, keluh kesah, dan rasa syukur.

Iklan Landscape UM SURABAYA

2. Pencegah perbuatan keji dan mungkar

Orang yang menjaga salat dengan benar, hidupnya akan terjaga dari perilaku yang buruk.

3. Meningkatkan fokus dan rasa syukur

Salat melatih disiplin, ketenangan hati, sekaligus membiasakan diri mengingat nikmat Allah.

4. Sumber solusi dan ketenangan jiwa

Dalam kondisi susah maupun senang, salat menjadi tempat berlindung. Nabi Muhammad SAW ketika menghadapi masalah selalu bersabda kepada Bilal:

“Wahai Bilal, istirahatkan kami dengan salat.” (HR. Abu Dawud)

Banyak kisah nyata yang menunjukkan betapa salat memberi kekuatan. Seorang pekerja keras di pasar, meski sibuk, tetap menyempatkan salat Zuhur di musala kecil. Ia berkata, “Kalau saya tinggalkan salat, rezeki saya terasa sempit, hati gelisah, dan badan mudah lelah. Tapi kalau saya jaga salat, meskipun rezeki tidak banyak, hati terasa lapang.”

Begitu pula kisah seorang mahasiswa yang sedang menghadapi ujian hidup. Ia rajin salat Tahajud, dan dari kebiasaan itu lahir ketenangan serta kemudahan dalam menyelesaikan masalah akademik maupun pribadinya.

Salat bukan hanya kewajiban, tapi juga sumber kekuatan spiritual yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Salat adalah penentu baik-buruknya amal seorang Muslim. Rasulullah saw bersabda: “Amal yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah salat. Jika baik salatnya, maka baiklah seluruh amalnya, dan jika rusak salatnya, maka rusaklah seluruh amalnya.” (HR. Thabrani)

Karena itu, jangan pernah tinggalkan salat. Ia bukan sekadar kewajiban, melainkan cahaya, penolong, dan jalan menuju surga. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu