Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Magersari Sidoarjo menggelar Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di area Parkir Timur GOR Gelora Delta, Jumat (20/3/2026). Sejak pukul 05.30 WIB, jamaah mulai berdatangan dari berbagai penjuru, memadati lokasi dengan penuh khidmat untuk menyambut hari kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Salat Idulfitri dimulai tepat pukul 06.15 WIB dengan suasana yang khusyuk dan tertib. Sekitar 1.500 jamaah larut dalam lantunan takbir, tahmid, dan tahlil yang menggema di area pelataran. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi spiritual bagi masyarakat Magersari dan sekitarnya.
Bertindak sebagai khatib, KH. Tsalis Rifai, MM, sementara imam dipimpin Fastabikul Randa, SH, MH.
Dalam khotbahnya, Kiai Tsalis menyampaikan bahwa Ramadan merupakan bulan tarbiyah atau pendidikan bagi umat Islam dalam membentuk karakter yang lebih baik.
Menurutnya, ibadah puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran serta mengendalikan hawa nafsu.
Dia menekankan, selama berpuasa, umat Islam dilarang makan dan minum meskipun hal tersebut halal, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
“Puasa merupakan ibadah yang sangat spesial karena hanya Allah yang mengetahui dan menilai kualitasnya,” ujarnya.
Kiai Tsalis juga mengingatkan perintah puasa telah ditegaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surat Al-Baqarah ayat 183, yang menyebutkan bahwa puasa diwajibkan bagi orang-orang beriman agar mencapai derajat takwa.
Lebih lanjut, Kiai Tsalis menjelaskan, orang bertakwa adalah mereka yang senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Nilai-nilai ketakwaan tersebut, kata dia, tidak hanya berdampak secara individual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat.
“Puasa tidak hanya membentuk kesalehan pribadi, tetapi juga kesalehan sosial. Dari puasa, tumbuh rasa empati untuk merasakan penderitaan orang lain,” jelas dia.

Dengan empati tersebut, lanjut Kiai Tsalis, akan muncul rasa simpati yang mendorong seseorang untuk membantu dan menolong sesama, khususnya mereka yang kurang mampu. Inilah esensi Ramadan yang diharapkan terus terjaga meskipun bulan suci telah berakhir.
Pelaksanaan Salat Idulfitri oleh PRM Magersari ini berjalan lancar dan penuh kekhidmatan. Selain sebagai ibadah, kegiatan ini juga memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments