Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tegas dari Mimbar Idulfitri Gandusari: Pemimpin Harus Amanah, Korupsi Tak Ditoleransi

Iklan Landscape Smamda
Tegas dari Mimbar Idulfitri Gandusari: Pemimpin Harus Amanah, Korupsi Tak Ditoleransi
Muhammad Khoirunnasihin saat menyampaikan khutbah. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Mengikuti arahan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, warga Muhammadiyah Gandusari melaksanakan salat Idulfitri di Lapangan Gandusari pada Jumat (20/3/2026).

Sejak pukul 05.30 WIB, jamaah sudah berbondong-bondong memadati lapangan. Mereka datang dengan penuh khidmat untuk menunaikan salat Idulfitri sebagai penanda berakhirnya ibadah Ramadan.

Tokoh senior Muhammadiyah Gandusari, Muhammad Daim, tampak berdiri di depan untuk mengondisikan jamaah agar tetap tertib dan teratur. Ia juga menyampaikan rangkaian pelaksanaan salat Id.

Salat Idulfitri kali ini dipimpin oleh Anang Wirawan sebagai imam, sementara khutbah disampaikan oleh Muhammad Khoirunnasihin. Keduanya merupakan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo dan saat ini aktif di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gandusari.

Dalam khutbahnya, Khoirunnasihin menekankan pentingnya kepemimpinan yang amanah. “Pemimpin negeri ini minimal tidak korupsi sedikit pun,” tegasnya di hadapan jamaah.

Ia mengingatkan bahwa Idulfitri tidak boleh hanya menjadi euforia ritual pribadi. Lebih dari itu, Idulfitri harus menjadi momentum untuk memperbaiki kehidupan sosial, membangun masyarakat madani, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

SMPM 5 Pucang SBY

Menurutnya, bangsa Indonesia saat ini masih menghadapi persoalan besar, terutama praktik korupsi yang berdampak luas terhadap kondisi negara. “Korupsi adalah penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi. Sekecil apa pun, tetap tidak dibenarkan,” ujarnya.

Khoir juga mengingatkan bahwa harta hasil korupsi tidak akan membawa keberkahan. Ia menegaskan, “Pemberian dari hasil yang tidak halal tidak akan diterima.”

Dalam khutbahnya, ia mengisahkan peristiwa pada masa Rasulullah SAW. Diceritakan, seorang tokoh berusaha menutupi kesalahan anaknya dengan memberikan sejumlah kambing dan pelayan agar terhindar dari hukuman. Namun, Rasulullah SAW menolak hal tersebut dan memerintahkan agar pemberian dikembalikan serta hukum ditegakkan secara adil.

Salat Idulfitri selesai pada pukul 06.39 WIB, sementara khutbah berakhir sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah itu, panitia mengumumkan jumlah infak yang terkumpul sebesar Rp9.000.000. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 20/03/2026 08:48
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡