Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Smamuga Terapkan Pembatasan HP untuk Fokus Belajar Siswa

Iklan Landscape Smamda
Smamuga Terapkan Pembatasan HP untuk Fokus Belajar Siswa
Suasana pelaksanaan upacara bendera pagi di Smamuga, Imatul Mufidah S.Pd bertindak sebagai pembina upacara (Zulkifli/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana upacara bendera di SMA Muhammadiyah 3 Tulangan (Smamuga) terasa berbeda. Tidak sekadar seremonial, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bersama terkait penggunaan gadget di kalangan siswa.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Imatul Mufidah, S.Pd., dalam amanatnya menegaskan dukungan sekolah terhadap Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Nomor 400.3/1/1700.1/2026 tentang pembatasan penggunaan gadget di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar pembatasan, melainkan upaya mengarahkan penggunaan teknologi agar lebih bijak.

“Penggunaan gadget memang bisa mendukung pembelajaran, seperti untuk kuis daring atau akses materi. Tapi kalau tidak terkontrol, dampaknya bisa serius, mulai dari paparan konten tidak layak, cyberbullying, hingga menurunnya kemampuan berpikir kritis siswa,” ujarnya.

Ima—sapaan akrabnya—menyoroti fenomena penggunaan teknologi yang semakin instan, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan oleh siswa.

Ia mengungkapkan bahwa kemudahan mendapatkan jawaban sering kali tidak diimbangi dengan pemahaman.

“Anak-anak sekarang sedikit-sedikit langsung pakai AI. Pertanyaan diketik, jawaban langsung keluar. Tapi saat ditanya kembali, mereka tidak memahami maksudnya,” ungkap guru Fisika tersebut.

Kondisi ini, menurutnya, menjadi alasan pentingnya pembatasan gadget, agar siswa tetap melalui proses belajar yang utuh, bukan sekadar mencari jawaban instan.

Kebijakan pembatasan gadget di Smamuga diterapkan melalui mekanisme yang jelas. Siswa diminta mengumpulkan handphone saat jam pelajaran berlangsung dan disimpan secara terorganisir di kelas.

Penggunaan gadget hanya diperbolehkan ketika dibutuhkan dalam pembelajaran dengan izin guru.

Selain itu, sekolah juga melibatkan orang tua melalui surat pernyataan sebagai bentuk komitmen bersama.

SMPM 5 Pucang SBY

“Ini murni demi kebaikan kita bersama. Harapannya, anak-anak sadar dan disiplin dalam menggunakan gadget,” tegas Ima.

Lebih jauh, Ima menyoroti pentingnya menjaga adab di era digital. Ia mengingatkan bahwa tindakan seperti memotret teman tanpa izin hingga menyebarkan konten di media sosial dapat termasuk dalam kategori perundungan.

“Kelihatannya hanya lucu-lucuan, tapi itu sudah termasuk bullying. Bahkan bisa berujung pada ranah hukum,” jelasnya.

Menurutnya, pembatasan gadget juga bertujuan membangun kesadaran etika digital di kalangan siswa.

Meski demikian, sekolah tidak melarang penggunaan gadget sepenuhnya. Siswa tetap diperbolehkan menggunakan handphone saat jam istirahat atau dalam kegiatan pembelajaran tertentu.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa sekolah menekankan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kedisiplinan.

“Kita tidak melarang, hanya membatasi. Supaya manfaatnya tetap ada, tapi dampak negatifnya bisa ditekan,” ujarnya.

Melalui kebijakan ini, SMA Muhammadiyah 3 Tulangan berupaya membentuk generasi yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, disiplin, dan beradab.

Pembatasan gadget menjadi bagian dari langkah strategis dunia pendidikan dalam menghadapi tantangan era digital, agar teknologi tetap menjadi alat yang mendukung pembelajaran, bukan justru mengendalikan.

Smamuga Terapkan Pembatasan HP untuk Fokus Belajar Siswa
Wakil kepala sekolah bidang kurikulum Smamuga Imatul Mufidah, S.Pd menyampaikan surat edaran Disdik Jatim tentang pembatasan gadget (Zulkifli/PWMU.CO)
Revisi Oleh:
  • Satria - 01/05/2026 14:11
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu