Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Salatlah dengan Jiwa, Kamad MA Al-Ishlah Ajak Siswa Spemudas Paciran dalam Kultum Dzuhur

Iklan Landscape Smamda
Salatlah dengan Jiwa, Kamad MA Al-Ishlah Ajak Siswa Spemudas Paciran dalam Kultum Dzuhur
Kamad Aliyah Al-Ishlah Muhammad Arromuharmuzi mengajak murid Sendang-Gayam Spemudas Paciran untuk menjiwai salat, Senin 23 Februari 2026. Foto: Gondo Waloyo/PWMU.CO
pwmu.co -

Kepala Madrasah Aliyah MA Al-Ishlah Lamongan, Muhammad Arromuharmuzi, M.Pd.I., mengajak siswa-siswi SMP Muhammadiyah 12 Paciran (Spemudas) Paciran untuk melaksanakan salat dengan ruh atau jiwa. Ajakan tersebut disampaikan dalam kultum usai salat Dzuhur di Mushala Baiturrahim Spemudas, Senin (23/2/2026).

Agenda yang dikhususkan bagi siswa Sendang–Gayam atau nonasrama ini rutin dilaksanakan setiap hari setelah kegiatan belajar mengajar dan tadarus bersama selama bulan Ramadan.

Pada kesempatan tersebut, Ustadz Arromuharmuzi mendapat jadwal menjadi imam sekaligus menyampaikan kultum di hadapan jamaah mushala yang terletak di depan kantor kepala sekolah atau tepat di depan Gedung AR Fachruddin.

Dalam suasana mushala yang sejuk dengan hembusan kipas angin, ia mengajak para siswa nonasrama—yang kerap disebut santri kalong—untuk menegakkan salat dengan penuh penghayatan.

“Amal perbuatan manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah salat. Jika salatnya baik, maka baiklah seluruh amal perbuatannya. Jika salatnya buruk, maka buruk pula semuanya,” ujarnya mengawali kultum.

Ia kemudian membacakan hadis riwayat Tirmidzi:

إن أول ما يحاسب به العبد يوم القيامة من عمله الصلاة، فإن صلحت فقد أفلح وأنجح، وإن فسدت فقد خاب وخسر” (رواه الترمذي)

“Sesungguhnya amal seorang hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah salat. Jika salatnya baik, ia akan beruntung dan selamat. Jika salatnya rusak, ia akan merugi dan celaka.”

Menurutnya, penting untuk membiasakan iqamatus salat, yakni menegakkan salat dengan sungguh-sungguh, bukan sekadar melakukan gerakan takbir, rukuk, dan sujud, tetapi menghadirkannya dengan ruh dan kesadaran penuh makna.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Maka celakalah—neraka Wail—bagi orang-orang yang lalai dalam salatnya,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa salat merupakan solusi bagi kehidupan seorang Muslim. Perintah salat, lanjutnya, diturunkan saat peristiwa Isra Mi’raj, ketika Nabi Muhammad SAW berada dalam masa sulit setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib.

Ustadz Arromuharmuzi turut mengutip Surah Al-Baqarah ayat 45:

واستعينوا بالصبر والصلاة انها لكبيرة الا على الخاشعين (البقرة:٤٥)

“Mintalah pertolongan dengan sabar dan salat. Sesungguhnya salat itu berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”

Menurutnya, ayat tersebut menjadi bukti bahwa salat adalah solusi atas berbagai persoalan, baik di dunia maupun di akhirat.

“Karena itu, mari kita jadikan salat sebagai kebutuhan dan kenikmatan. Kita harus meyakini bahwa salat benar-benar memberi manfaat dalam kehidupan,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu