Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sambil Menyelam Minum Air, PDA Gresik Perkuat Gerakan Aisyiyah di Kepulauan Bawean

Iklan Landscape Smamda
Sambil Menyelam Minum Air, PDA Gresik Perkuat Gerakan Aisyiyah di Kepulauan Bawean
Dalilah Candrawati, M.Ag wakil ketua PWA Jatim menyampaikan mateti pada kegiatan TMA MPK PDA Kab. Gresik di Gedung Dakwah Muhammadiyah PCM Sangkapura Lt-2 (Lilik Isnawati / PWMU.CO)
pwmu.co -

Ada banyak cara untuk memaknai sebuah perjalanan. Bagi Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik, perjalanan menuju Kepulauan Bawean bukan sekadar mengantar dan mendampingi kegiatan Pimpinan Pusat Aisyiyah.

Momentum kehadiran Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Dr. Apt. Salmah Orbayinah, M.Kes., di Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sangkapura menjadi kesempatan untuk menghadirkan lebih banyak kebermanfaatan bagi warga Aisyiyah di pulau yang berada di tengah Laut Jawa tersebut.

Ibarat peribahasa “sambil menyelam minum air”, satu perjalanan dimanfaatkan untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang menyentuh sejumlah aspek kehidupan, mulai dari penguatan kepemimpinan perempuan, pembinaan kader, pendampingan lansia, peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, hingga penguatan keluarga melalui smart parenting dan pendekatan spiritual.

Kegiatan utama kunjungan ke Bawean adalah Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berbasis Nilai Damai yang diselenggarakan Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Pusat Aisyiyah dan dipusatkan di Bawean.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP Aisyiyah, Dr. Apt. Salmah Orbayinah, M.Kes., bersama jajaran PP Aisyiyah, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, serta Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Gresik.

Bagi PCA Sangkapura dan PCA Tambak, kehadiran jajaran pimpinan di tingkat pusat, wilayah, dan daerah menjadi momentum istimewa untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat gerakan Aisyiyah di wilayah kepulauan.

Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berbasis Nilai Damai menjadi salah satu agenda penting dalam kunjungan tersebut.

Program ini menjadi ruang belajar bagi perempuan untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan dengan menjadikan nilai-nilai perdamaian sebagai bagian penting dalam menjalankan peran di keluarga, organisasi, dan masyarakat.

Kehadiran kegiatan di Bawean juga memberikan pesan bahwa penguatan kepemimpinan perempuan tidak hanya menjadi agenda di pusat-pusat perkotaan.

Perempuan Aisyiyah di wilayah kepulauan pun memiliki ruang yang sama untuk tumbuh, belajar, memimpin, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Namun, bagi PDA Gresik, rasanya belum cukup jika perjalanan panjang menuju Bawean hanya diisi dengan satu agenda.

Momentum kehadiran jajaran pimpinan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menghadirkan berbagai kegiatan lain yang secara langsung menyentuh kebutuhan warga Aisyiyah.

Sambil menyelam, minum air. Sekali datang ke Bawean, sebanyak mungkin manfaat dihadirkan.

Salah satu kegiatan yang digelar Majelis Pembinaan Kader (MPK) PDA Kabupaten Gresik pada hari kedua di PCA Sangkapura adalah Tarbiyatul Mar’ah Aisyiyah (TMA) dengan tema:

“Menjadi Mar’ah Aisyiyah yang Sehat, Bahagia, Berdaya dan Istiqomah dalam Beribadah.”

Kegiatan tersebut bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah PCM Sangkapura lantai 2.

Menariknya, pelaksanaan TMA kali ini disesuaikan dengan momentum Launching Rumah Lansia di PCA Sangkapura.

Jika TMA pada umumnya menyasar kelompok perempuan dengan rentang usia yang lebih luas, kali ini MPK PDA Gresik menghadirkan TMA Tingkat Ulya, khusus bagi perempuan berusia di atas 60 tahun.

Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Perempuan yang telah memasuki usia lanjut bukan berarti berhenti berperan. Justru pada fase kehidupan ini, pengalaman, keteladanan, kematangan spiritual, dan kebijaksanaan menjadi modal penting yang dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dalam TMA Ulya, peserta mendapatkan berbagai materi yang dekat dengan kehidupan lansia. Di antaranya mengenai tujuh dimensi lansia dan delapan fungsi keluarga, gangguan psikologis seperti stres dan kesepian, kiat menjaga kesehatan di usia senja, serta Thoharatul Qulub dan spiritual terapi bersyukur.

Materi tersebut tidak hanya berbicara mengenai kesehatan fisik, tetapi juga menyentuh aspek psikologis, sosial, keluarga, dan spiritual.

Menjadi tua dengan sehat adalah sebuah proses. Menjadi tua dengan bahagia membutuhkan dukungan. Menjadi tua dengan tetap berdaya serta istiqomah dalam beribadah merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan kehidupan yang bermakna.

Melalui TMA Ulya, Aisyiyah ingin menghadirkan ruang bagi para perempuan lansia untuk tetap merasa dihargai, didengar, dibutuhkan, dan memiliki kesempatan untuk terus bertumbuh.

Tidak berhenti pada pembinaan perempuan lansia, PDA Kabupaten Gresik di hari yang sama juga menghadirkan kegiatan Belajar Membaca Al-Qur’an Isyarat bagi Guru TPQ-TPA Jilid 4–7 yang bertempat di TK ABA Sangkapura.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan dan keterampilan para pendidik Al-Qur’an agar semakin mampu memberikan layanan pembelajaran yang ramah dan inklusif.

Guru TPQ-TPA tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi membaca Al-Qur’an, tetapi juga perlu memiliki kepekaan terhadap keberagaman kebutuhan peserta didik.

SMPM 5 Pucang SBY

Melalui pembelajaran Al-Qur’an Isyarat, para guru memperoleh pengalaman dan wawasan baru yang diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang semakin terbuka bagi semua.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat Aisyiyah untuk terus menghadirkan pendidikan yang memberikan akses dan kesempatan belajar kepada setiap anak.

Agenda berikutnya, setelah pelatihan isyarat membaca Al-Qur’an, dilanjutkan dengan kegiatan Smart Parenting Qolbu & Pendekatan Spiritual, yang juga bertempat di TK ABA Sangkapura.

Keluarga menjadi salah satu ruang utama dalam pembentukan karakter anak. Karena itu, penguatan kapasitas orang tua menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang sehat secara emosional, kuat secara spiritual, dan memiliki karakter yang baik.

Pendekatan parenting berbasis qolbu dan spiritual mengajak orang tua untuk tidak hanya berfokus pada bagaimana mendidik anak agar berprestasi, tetapi juga bagaimana membangun kedekatan hati, keteladanan, komunikasi, serta hubungan spiritual dalam keluarga.

Dengan demikian, pendidikan keluarga tidak berhenti pada persoalan akademik dan perilaku anak, tetapi juga menyentuh bagaimana orang tua menjadi sumber ketenangan, keteladanan, dan penguatan nilai-nilai agama bagi anak.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi gambaran bagaimana sebuah momentum dapat dioptimalkan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Kehadiran Ketua Umum PP Aisyiyah dan jajaran pimpinan tidak hanya menjadi peristiwa seremonial. Di balik kunjungan tersebut terdapat semangat konsolidasi, pembelajaran, penguatan kader, pemberdayaan perempuan, perhatian kepada lansia, pendidikan Al-Qur’an, serta penguatan keluarga.

Seluruh agenda berjalan dengan baik berkat sinergi antara PP Aisyiyah, PWA Jawa Timur, PDA Kabupaten Gresik, PCM-PCA Sangkapura, PCM-PCA Tambak, serta seluruh kader dan warga Muhammadiyah dan Aisyiyah di Bawean.

Bagi PDA Gresik, perjalanan menuju Bawean adalah perjalanan untuk menjemput kebermanfaatan.

Jarak yang jauh, perjalanan yang panjang, bahkan penantian pesawat yang sempat mengalami keterlambatan hingga hampir enam jam, tidak menyurutkan semangat rombongan. Justru ketika kaki menginjak Bandara Harun Thohir dan disambut anak-anak MADIN Aisyiyah PRA Teluk Kepuh dengan tarian selamat datang dan lambaian bendera kecil, seluruh lelah perjalanan seakan terbayar.

Semangat itu kemudian berlanjut dalam kemeriahan penyambutan di Sangkapura, iringan drum band, pengawalan Kokam, hingga berkumpulnya warga Muhammadiyah dan Aisyiyah di Alun-Alun Sangkapura.

Dari anak-anak hingga lansia, dari guru TPQ-TPA hingga para orang tua, semuanya menjadi bagian dari denyut gerakan Aisyiyah di Bawean.

Rangkaian kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa gerakan Aisyiyah tidak boleh berhenti pada kegiatan organisasi semata. Gerakan harus hadir dalam kehidupan nyata, menyapa kebutuhan masyarakat, mendampingi perempuan, menguatkan keluarga, memperhatikan lansia, meningkatkan kualitas pendidikan, dan membuka ruang inklusi.

Dari Bawean, semangat itu kembali diteguhkan.

Perempuan yang sehat, bahagia dan berdaya.

Kader yang terus belajar dan bertumbuh.

Keluarga yang kuat secara spiritual.

Pendidikan yang inklusif.

Serta lansia yang tetap dihargai dan diberdayakan.

Inilah wajah Aisyiyah yang terus bergerak: hadir, belajar, memberdayakan, dan memberi manfaat.

Semoga seluruh rangkaian agenda yang telah dilaksanakan membawa keberkahan dan kebermanfaatan bagi PCA Sangkapura, PCA Tambak, serta seluruh warga Aisyiyah di Kepulauan Bawean, sekaligus menjadi energi baru untuk terus menumbuhkan amal usaha dan gerakan Aisyiyah di wilayah kepulauan.

Dari Bawean, untuk perempuan yang berdaya.

Dari Aisyiyah, untuk kehidupan yang lebih bermakna.

Revisi Oleh:
  • Satria - 26/09/2026 20:17
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu