Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan dalam ajang Al Islah Archery Competition 2026 yang digelar di Al Islah Paciran, Lamongan, Ahad (20/9/2026).
Sebanyak 16 santri Al Mizan, terdiri dari delapan putra dan delapan putri, diterjunkan dalam kompetisi panahan tersebut. Dari ajang ini, sejumlah santri berhasil membawa pulang penghargaan.
Santri yang berhasil meraih prestasi yakni Hudzaifah Abdurrahman sebagai Juara 1, serta Farah Aisyah, Divi Aldiniyah, dan Raihan Dia Al Zulal yang masing-masing meraih Special Award.
Pelatih panahan Al Mizan, Prasetyo Susanto, mengatakan keikutsertaan para santri dalam kompetisi tersebut bukan sekadar untuk mengejar prestasi. Menurutnya, perlombaan menjadi sarana untuk menguji kemampuan sekaligus mental bertanding para santri.
“Kompetisi ini menjadi pengalaman berharga bagi santri untuk mengembangkan bakat dan potensi mereka di bidang olahraga panahan,” ujarnya.
Debut Langsung Raih Special Award
Salah satu hal yang membanggakan datang dari Divi Aldiniyah, santri MTs Putri Al Mizan. Ia berhasil meraih Special Award meskipun baru pertama kali mengikuti perlombaan panahan.
Prasetyo menyampaikan, capaian tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi bagi Divi dan santri lainnya agar semakin percaya diri mengikuti berbagai kompetisi.
“Keberhasilan ini menjadi pengalaman yang sangat berarti dan diharapkan dapat memotivasi santri lainnya untuk terus berlatih serta berani mengikuti kompetisi,” tuturnya.
Dibentuk Lewat Latihan Berkelanjutan
Prestasi tersebut tidak diraih secara instan. Para santri menjalani proses latihan secara bertahap dan berkelanjutan. Latihan diarahkan untuk meningkatkan berbagai kemampuan teknis panahan, mulai dari ketepatan membidik, konsistensi, fokus, pengaturan posisi, hingga pengendalian diri saat melakukan tembakan.
Tidak hanya teknik, latihan juga menjadi sarana membangun mental, kedisiplinan, kesabaran, dan rasa percaya diri. Sebab, dalam pertandingan panahan, ketenangan dan konsentrasi menjadi bagian penting yang turut menentukan hasil.
Selama proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi, para santri mendapatkan pendampingan dari Prasetyo Susanto dan Mas Javier.
Ke depan, Prasetyo berharap pembinaan panahan di Al Mizan terus berkembang sehingga menjadi wadah bagi santri untuk menyalurkan minat dan bakat mereka.
“Panahan tidak hanya diarahkan untuk melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga diharapkan mampu membentuk karakter santri yang disiplin, fokus, sabar, tangguh, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, semakin banyak santri Al Mizan diharapkan berani tampil dalam berbagai kompetisi dan mengharumkan nama pesantren melalui prestasi olahraga.
“Selamat kepada Hudzaifah Abdurrahman, Farah Aisyah, Divi Aldiniyah, dan Raihan Dia Al Zulal. Terus berlatih, terus berkembang, dan terus berprestasi,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments