
PWMU.CO – Kabar membanggakan datang dari SMP Muhammadiyah 1 Gresik, atau yang biasa disebut Spemutu Gresik. Dua siswa Boarding School, Aliftya Indah Purbasari dan Muhammad Hilmi, meraih prestasi di Lomba Tahfidh ESALION 2025 (English, Sport, Art, and Islamic Competition), Rabu (18/6/2025).
Ajang kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh SMA Muhammadiyah 8 (Smadela) Gresik ini mempertemukan para penghafal Al-Quran terbaik dari berbagai sekolah di wilayah Gerbangkertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan).
Setelah melalui babak penyisihan yang ketat, kedua siswa tersebut melaju ke babak final yang diselenggarakan di sekolah yang beralamat di Jalan Raya Morowudi, Cerme, Gresik. Tya, sapaan akrab santriwati kelas VIII C—meraih Juara 1, sedangkan Hilmi, santriwan kelas VIII B, meraih Juara 2. Keduanya dikenal sebagai santri yang tekun dan memiliki hafalan Al-Quran yang kuat.
Keberhasilan ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi bapak-ibu guru Spemutu, wali murid, serta seluruh siswa.
Kepada kontributor PWMU.CO, Hilmi, remaja asal Lamongan, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian yang diraih. Untuk menghadapi kompetisi, ia berlatih intensif selama sebulan penuh, bersamaan dengan pelaksanaan ujian akhir semester.
“Alhamdulillah, terima kasih saya ucapkan kepada bapak-ibu guru Spemutu Gresik yang telah mendukung dan memberikan kemudahan dalam proses belajar saya di kelas. Tak lupa juga kepada kedua orangtua saya di Lamongan, serta kepada para musyrif-musyrifah Boarding School Spemutu yang sudah membimbing saya selama di pondok,” ujarnya.
“Saya tak menyangka akan meraih hasil ini. Sejak awal, saya hanya fokus pada hafalan sembari terus berdoa agar diberikan kekuatan dan hasil terbaik. Apalagi peserta lain juga memiliki hafalan yang luar biasa,” imbuhnya.
“Semoga ke depan saya tetap konsisten di bidang tahfidh dan bisa menularkan semangat ini kepada teman-teman lainnya,” tutup penghobi sepak bola tersebut.
Hal senada disampaikan oleh Tya. Dara asal Gresik ini mengungkapkan bahwa berkompetisi dengan peserta dari seluruh wilayah Gerbangkertasusila merupakan tantangan tersendiri.
“Masing-masing peserta punya keunikan metode menghafal Al-Quran. Hal itu menjadi pengalaman berharga untuk saya, agar bisa terus belajar dan siap menghadapi kompetisi di level berikutnya,” katanya.
Sebagai informasi, ESALION 2025 merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh SMA Muhammadiyah 8 (Smadela) Gresik. Selain lomba tahfidh, terdapat pula kompetisi futsal antarsekolah, English Competition, dan Art Competition. Kegiatan ini tidak hanya menyoroti aspek akademik, tetapi juga memberi ruang bagi pengembangan potensi siswa dalam bidang keagamaan dan seni.
Tahun ini, lomba tahfidh berhasil menarik perhatian peserta dari berbagai sekolah, dengan total 24 siswa yang mengikuti kompetisi tersebut.
Kepala SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Emi Faizatul Afifah SPd, mengucapkan selamat kepada siswa Spemutu yang berhasil meraih juara 1 dan 2. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi penyemangat sekaligus kebanggaan bagi siswa dan orangtua di bidang tahfidh.
Keberhasilan siswa Boarding School Spemutu Gresik dalam lomba tahfidh ini membuktikan bahwa kemampuan menghafal dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dengan fasih dan tartil dapat diraih melalui ketekunan dan kedisiplinan. Hal ini sekaligus menjadi bukti keberhasilan program tahfidh di Boarding School Spemutu dalam mencetak generasi Qur’ani yang mencintai dan mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Penulis Bening Satria Prawita Diharja Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments