SD Muhammadiyah 1 Krian (SD Sakri), Sidoarjo, Jawa Timur, terus meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan warga sekolah terhadap bencana alam. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan simulasi penanggulangan bencana gempa bumi bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo, Senin (15/12/2025).
Seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti simulasi tanggap bencana yang dilaksanakan di lingkungan SD Sakri. Untuk menjaga ketertiban dan efektivitas kegiatan, peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Siswa kelas 1 mengikuti simulasi di halaman depan perpustakaan, siswa kelas 2 dan 3 di area masjid, sementara siswa kelas 4 dan 5 berada di halaman belakang sekolah.
Simulasi tanggap bencana ini menghadirkan tim dari BPBD Kabupaten Sidoarjo, di antaranya Karsono, SE., M.Ak. selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Hamdan Maulana A., S.Kom. dari Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, serta Totok Wardoyo dari Tim Rescue BPBD.
Sebanyak 600 siswa dan 75 guru turut ambil bagian dalam kegiatan edukatif tersebut. Simulasi diawali dengan skenario terjadinya gempa bumi secara tiba-tiba saat proses belajar mengajar berlangsung.
Setelah sirene tanda bahaya dibunyikan, seluruh peserta segera melakukan prosedur penyelamatan diri dengan metode Drop, Cover, and Hold On di bawah meja, kemudian dievakuasi secara tertib menuju titik kumpul yang telah ditentukan.
Petugas BPBD memberikan pengarahan langsung terkait langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi. Materi yang disampaikan meliputi cara menghindari bahaya reruntuhan, pentingnya tetap tenang, serta pengenalan jalur evakuasi yang aman di lingkungan sekolah.
Tanggap Situasi Darurat
Wakil Kepala Sekolah SD Sakri, Ratna Mettasari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang tangguh dan siap menghadapi situasi darurat.
“Melalui kegiatan tanggap bencana ini, kami ingin seluruh siswa dan guru memiliki pengetahuan dasar yang benar tentang apa yang harus dilakukan saat gempa bumi terjadi. Simulasi ini merupakan bagian dari upaya menciptakan sekolah yang aman bencana,” ujarnya.
Selain praktik evakuasi, siswa juga diperkenalkan dengan bunyi sirene tanda bahaya serta mengikuti sesi tanya jawab interaktif bersama petugas BPBD. Kegiatan simulasi ini berjalan lancar dan mendapat sambutan antusias dari para siswa. Mereka tampak serius namun tetap bersemangat mengikuti setiap instruksi yang diberikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah semakin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, seperti gempa bumi, banjir, maupun puting beliung yang dapat terjadi kapan saja. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments