Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SD Muhammadiyah 16 Baratajaya Raih Dua Penghargaan Internasional lewat Inovasi ASEK

Iklan Landscape Smamda
SD Muhammadiyah 16 Baratajaya Raih Dua Penghargaan Internasional lewat Inovasi ASEK
Siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya (paling kiri) saat menerima gold medal dalam ajang International Young Inventors Award IID-INNOPA 2025. (Istimewa/PWMU.CO).
pwmu.co -

Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Baratajaya Surabaya meraih dua penghargaan dalam ajang International Young Inventors Award (IID-INNOPA) 2025 yang berlangsung pada (11–14/9/2025) di Smesco Exhibition Hall, Jakarta.

Dua penghargaan tersebut diraih melalui inovasi ASEK: Shortness of Breath Detector. Karya ini memperoleh Gold Medal in Pharmacy, Biotechnology, Personal Care, Culinary and Food Technology Category serta Special Award from Thailand in Best Outstanding Innovation 2025.

IID-INNOPA 2025 merupakan ajang apresiasi bagi penemu, peneliti, serta ilmuwan lokal dan internasional melalui karya inovatif yang berdampak positif bagi masyarakat dan perkembangan teknologi. Kompetisi ini diikuti 480 tim dari 11 negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, Yordania, Iran, Mesir, dan Rumania.

Tim SD Muhammadiyah 16 Baratajaya yang beranggotakan Noura Malia, Queenalesha Orlin Ramadhani, Leanna Sharisa Chafid, dan Nasyitha Aqila Humaira, siswa kelas V, memperkenalkan ASEK: Shortness of Breath Detector, sebuah alat pendeteksi sesak napas.

Inovasi ini berawal dari pengalaman nyata ketika salah satu teman mereka di kelas IV meninggal akibat penyakit pneumonia.

Inovasi ASEK
Foto bersama Tim ASEKA Sekolah Kreatif Baratajaya saat meraih penghargaan. (istimewa)/PWMU.CO).

Dalam presentasinya, Noura Malia menjelaskan, di Indonesia kasus pneumonia menyumbang 15 persen angka kematian anak pada 2017. “Sedangkan pada 2019, secara global penyakit pneumonia menyebabkan 740 ribu anak-anak di bawah usia 5 tahun meninggal dunia. Anak-anak kecil sering kali tidak dapat mengekspresikan kesulitan bernapas,” katanya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia menambahkan, ASEK merupakan alat sederhana namun efektif mendeteksi sesak napas pada anak. “Peringatan waktu pada alat ini memungkinkan orang tua bertindak cepat dan mencari pertolongan medis sehingga mengurangi risiko keterlambatan perawatan,” terangnya.

Guru pendamping lomba, Shofwan Hidayat MPd, menjadi salah satu kunci keberhasilan siswa dalam menyiapkan proyek ini. Ia mengungkapkan, usaha keras anak-anak membuahkan hasil membanggakan. “Kerja keras anak-anak dalam mempersiapkan kompetisi ini luar biasa antusias,” ujarnya.

Ia menambahkan, perjalanan persiapan tidak selalu mulus. “Di antaranya gonta-ganti personel di awal persiapan, pengujian alat yang berkali-kali, dan juga berusaha menepis kebosanan anak-anak dalam berlatih,” terangnya.

Ke depan, Shofwan berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berinovasi. “Selanjutnya, dapat diterapkan dan bermanfaat bagi masyarakat luas sebagai bentuk kepedulian sosial,” katanya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu