SD Muhammadiyah 4 Malang menyelenggarakan kegiatan Kajian Ramadan Baitul Arqam bagi guru dan tenaga kependidikan pada (7-12/3/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan dua guru besar dari Universitas Muhammadiyah Malang sebagai pemateri dalam rangka penguatan pemahaman keislaman dan pengembangan profesionalitas pendidik.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari program pembinaan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan materi mengenai peran pendidikan dalam lingkungan Muhammadiyah serta penguatan karakter spiritual dalam proses pendidikan.
Sesi pertama menghadirkan Khozin, yang menjabat sebagai Ketua Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur sekaligus Direktur Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam paparannya, ia menyampaikan materi bertema “Pendidikan sebagai Jihad: Reorientasi Niat Guru Muhammadiyah.”
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa peran guru di lingkungan pendidikan Muhammadiyah tidak hanya dipahami sebagai pekerjaan profesional, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia juga mengajak para peserta untuk menata kembali niat dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Menurutnya, penataan niat dalam proses pendidikan menjadi bagian penting dalam menjalankan amanah sebagai guru Muhammadiyah. Dengan niat yang selaras dengan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah, proses pendidikan diharapkan dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Sesi berikutnya diisi oleh Tobroni, anggota Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Ketua Dewan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang. Ia menyampaikan materi bertema “Karakter Spiritual sebagai Wujud Pendidikan Muhammadiyah Berkemajuan.”
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya pembentukan karakter spiritual dalam proses pendidikan, terutama dalam menghadapi perkembangan generasi muda pada masa sekarang. Menurutnya, pendidikan di lingkungan sekolah Muhammadiyah diharapkan mampu membentuk lulusan yang memiliki kemampuan akademik sekaligus kedalaman nilai spiritual.
Ia juga menyampaikan bahwa pendidikan Muhammadiyah memiliki peran dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang selaras dengan konsep Islam berkemajuan.
Kegiatan Baitul Arqam tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan yang dilaksanakan oleh SD Muhammadiyah 4 Malang. Program ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai keislaman sekaligus meningkatkan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas pendidikan.
Kepala SD Muhammadiyah 4 Malang, Hana Ayudah, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan bagi guru dan tenaga kependidikan dalam menjalankan peran sebagai pendidik.
Ia juga berharap materi yang disampaikan oleh para narasumber dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran dan pelayanan pendidikan di sekolah. Menurutnya, nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program pendidikan di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap guru dan tenaga kependidikan dapat terus mengembangkan kompetensi serta memperkuat pemahaman nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah dalam proses pembelajaran di sekolah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments