
Kajian MSG setiap pagi di ruang Perpustakaan SD Muhammadiyah Kota Blitar, Senin (28/07/2025). (Agus Fawaid/PWMU.CO).
PWMU.CO – Suasana pagi di ruang Perpustakaan SD Muhammadiyah Kota Blitar (SD Muhtar) tampak khidmat dan penuh semangat, Senin (28/07/2025).
Lembaga pendidikan yang beralamat di Jalan Cokroaminoto Nomor 3, Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar itu kembali menggelar kegiatan Morning Spiritual Gathering (MSG).
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 06.30 hingga 07.00 WIB ini terhadiri kepala sekolah, para guru, dan karyawan SD Muhtar. MSG bermula dengan pembacaan Al-Qur’an bersama, lalu berlanjut dengan kajian secara bergiliran oleh para guru dan tenaga pendidik sesuai dengan jadwal.
Bahaya Meremehkan Dosa Kecil
Kali ini, Kajian terisi oleh Ustadz Abdul Aziz Asy-Syi’ari SPdI, guru mata pelajaran yang akrab dengan sapaan Ustadz Aziz. Ia mengangkat tema penting seputar dosa kecil yang kerap banyak orang menganggapnya sebagal hal remeh.
“Alhamdulillah, pagi ini kita bisa bermuhasabah dan bertemu dalam keadaan sehat. Tema kajian kita adalah jangan atau tidak meremehkan dosa kecil” ujarnya saat menyampaikan materi.
Ia menegaskan bahwa setiap larangan dari Allah, sekecil apapun, tidak boleh terabaikan. “Larangan yang sudah dilarang oleh Allah maka jangan dilanggar. Jangan melakukan hal yang terbalik. Dan yang penting, bagaimana sikap kita ketika melakukan dosa” tambahnya.
Dalam Kajian tersebut, Ustadz Aziz menyampaikan sebuah hadits yang mengingatkan umat Islam agar berhati-hati terhadap dosa kecil:
إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ، فَإِنَّهُنَّ يَجْتَمِعْنَ عَلَى الرَّجُلِ حَتَّى يُهْلِكْنَهُ
“Berhati-hatilah terhadap dosa-dosa kecil, karena dosa-dosa itu akan berkumpul pada seseorang hingga membinasakannya.” (HR. Ahmad).
Ia menjelaskan bahwa dosa kecil, jika terus dilakukan, bisa menumpuk seperti tetesan air hujan yang lama-lama menjadi banjir. Atau seperti kayu kecil yang jika terkumpul bisa menjadi api besar.
“Menurut para ulama, dosa kecil ada dua. Jika dilakukan terus-menerus dengan merasa aman, maka menjadi dosa besar. Dan jika dilakukan tanpa rasa penyesalan, juga bisa membawa kehancuran” terangnya.
Ustadz Aziz juga mencontohkan ibarat batu kerikil di dalam sepatu. “Meskipun kecil, tetap saja tidak nyaman dipakai. Begitu pula dosa kecil, jika dibiarkan akan mengganggu jiwa seorang Mukmin” tuturnya.
Perbanyak Istighfar
Sebagai penutup, ia menyampaikan sabda Rasulullah:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذَنْبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ، يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ
“Sesungguhnya seorang Mukmin melihat dosanya seperti ia duduk di bawah gunung yang khawatir akan menimpanya.” (HR. Bukhari).
Dan juga hadits yang menggambarkan betapa bahayanya meremehkan dosa:
إِنَّكُمْ لَتَعْمَلُونَ أَعْمَالًا هِيَ أَدَقُّ فِي أَعْيُنِكُمْ مِنَ الشَّعْرِ، إِنْ كُنَّا لَنَعُدُّهَا عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ مِنَ الْمُوبِقَاتِ
“Sesungguhnya kalian mengerjakan amalan yang menurut kalian lebih halus dari sehelai rambut. Padahal di masa Nabi, kami menganggapnya termasuk dosa yang membinasakan.” (HR. Bukhari).
Ia menekankan pentingnya memperbanyak istighfar dan berlindung kepada Allah agar terhindar dari dosa, sekecil apapun.
Kegiatan MSG merupakan bagian dari komitmen SD Muhtar sebagai Islamic and Bilingual School yang mengusung misi “Mencetak Generasi Islami, Unggul, dan Berwawasan Global”.
Semoga dengan kegiatan seperti ini, SD Muhtar menjadi lembaga pendidikan terbaik, unggul, ramah anak, dengan jumlah murid yang terus bertambah, serta makin diminati masyarakat.
Penulis Agus Fawaid, Editor Danar Trivasya Fikri





0 Tanggapan
Empty Comments