PWMU.CO – SD Muhammadiyah Kreatif Kraksaan, Probolinggo kembali mencatatkan langkah progresif dalam dunia pendidikan dasar dengan menggelar Pemilihan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kids, Jumat (8/8/2025).
Kegiatan ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan di tingkat SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Probolinggo, menjadikan SD Muhammadiyah Kreatif sebagai pionir pelaksanaan IPM Kids di daerah ini.
Kegiatan pemilihan berlangsung layaknya Pemilu sungguhan. Para siswa mengikuti seluruh proses demokratis mulai dari kampanye, debat kandidat, hingga pemungutan suara secara langsung. Antusiasme tampak jelas dari wajah-wajah ceria para siswa, baik yang ikut memilih maupun yang menjadi calon pengurus IPM Kids.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Kreatif Kraksaan, Syaiful, menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, dan demokrasi sejak dini.
“Melalui IPM Kids, kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar berorganisasi, menyampaikan aspirasi, dan berlatih menjadi pemimpin masa depan. Semoga ini menjadi awal yang baik dan bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Dalam pemilihan ini, beberapa kandidat dari siswa kelas atas tampil dengan visi dan misi menarik, mulai dari meningkatkan kegiatan literasi, mempererat ukhuwah antar siswa, hingga membentuk komunitas kreatif di sekolah.
Koordinator kegiatan sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Sunarsih menambahkan bahwa IPM Kids merupakan adaptasi dari struktur organisasi IPM yang biasa berjalan di tingkat SMP dan SMA Muhammadiyah, namun disesuaikan dengan usia dan karakteristik anak-anak SD.
“IPM Kids bukan hanya simbolis. Nantinya, pengurus terpilih akan aktif mengelola kegiatan harian seperti literasi pagi, kegiatan Jumat ceria, dan berbagai program kreatif lainnya yang berbasis karakter Islami dan nilai-nilai Muhammadiyah,” jelasnya.
Dengan suksesnya pelaksanaan IPM Kids ini, SD Muhammadiyah Kreatif Kraksaan berharap dapat menjadi role model bagi sekolah dasar lainnya dalam membentuk budaya kepemimpinan dan partisipasi aktif siswa sejak usia dini.






0 Tanggapan
Empty Comments