Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sekolah Kepemimpinan Nasional 2025: Memandu Kader Muhammadiyah Menjadi Pemimpin Masa Depan Bangsa

Iklan Landscape Smamda
Sekolah Kepemimpinan Nasional 2025: Memandu Kader Muhammadiyah Menjadi Pemimpin Masa Depan Bangsa
Sambutan Ketua Umum PP Muhammadiyah dalam Pembukaan Sekolah Kepemimpinan Nasional (Huda/PWMU.CO)
pwmu.co -

Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi membuka Sekolah Kepemimpinan Nasional (SKN) 2025 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya (BBPPMPVSB), Sleman, DI Yogyakarta pada Selasa (11/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, para legislator Muhammadiyah dari berbagai tingkatan—pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota—serta peserta SKN 2025 dari berbagai wilayah Indonesia. Acara ini mengusung tema “Mewujudkan Para Pemimpin dan Politisi Bangsa yang Beradab untuk Indonesia Berkemajuan.”

Program Strategis Amanat Muktamar Muhammadiyah

Dalam sambutannya, Ketua LHKP PP Muhammadiyah Dr. phil. Ridho Al-Hamdi, MA. menyampaikan bahwa Sekolah Kepemimpinan Nasional (SKN) 2025 merupakan angkatan pertama dalam sejarah Muhammadiyah yang secara resmi berada di bawah koordinasi LHKP Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Program ini, katanya, merupakan amanat langsung Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta, yang menekankan pentingnya melahirkan kader pemimpin bangsa dari rahim Muhammadiyah.

Ridho menambahkan, penyelenggaraan SKN juga menjadi jawaban atas kegelisahan intelektual Muhammadiyah yang selama ini sering dicitrakan sebagai “yatim piatu politik.” Melalui SKN, kata dia, LHKP berupaya menyediakan ruang pembelajaran bagi calon pemimpin masa depan—baik yang akan berkiprah di politik praktis maupun di bidang-bidang strategis lainnya, baik di lingkungan internal maupun eksternal Muhammadiyah.

Ia menjelaskan, program ini didesain seperti Lemhannas versi Muhammadiyah, dengan kurikulum yang memadukan aspek ideologis, intelektual, manajerial, dan spiritual. Format pelatihan berlangsung selama 40 hari, yang terdiri atas 10 hari pra-acara berupa seleksi berkas, wawancara, dan penulisan makalah; 14 hari kegiatan intensif di lokasi; serta tahap lanjutan riset lapangan dan penyusunan tugas akhir yang akan dipertahankan di hadapan para penguji.

“Setelah seluruh proses selesai, peserta akan melalui tahapan judicium dan convocation untuk menentukan kelulusan secara resmi, baik secara luring maupun daring,” ujarnya. Ridho menegaskan, dengan demikian, lulusan SKN bukan sekadar peserta pelatihan, melainkan pemimpin muda Muhammadiyah yang telah diuji kapasitas dan integritasnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Haedar Nashir: Pemimpin Harus Menjadi Rahmat bagi Alam Semesta

Kegiatan SKN 2025 secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.
Dalam sambutannya, Haedar menegaskan bahwa kepemimpinan Islam harus membawa tiga risalah utama agama: menyempurnakan akhlak, membaca (Iqra’), dan menebarkan rahmat bagi semesta.

“Menjadi pemimpin di lingkungan Islam berarti menegakkan nilai-nilai agama dalam setiap aspek kehidupan. Tanpa akhlak, ilmu, dan kasih sayang, kepemimpinan akan kehilangan arah,” pesan Haedar.

Pembukaan SKN 2025 berlangsung khidmat dan diakhiri dengan penyematan simbolik kepada peserta serta peluncuran buku “Sang Surya untuk Indonesia: Mengenal Legislator Muhammadiyah 2024–2029.” (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡