Konsep “pintu tengah surga” berasal dari sabda Nabi Muhammad saw yang menyatakan bahwa orang tua (terutama ayah dan ibu) adalah pintu surga yang paling tengah.
Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ
“Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi no. 1900)
Makna dan Keutamaan
* Pintu terbaik (awsath al-bab): Pintu tengah atau utama merupakan bagian terbaik dari pintu-pintu surga yang ada. Berbakti kepada orang tua (birrul walidain) adalah jalan paling mudah dan utama untuk masuk ke surga.
Seorang anak diberi kebebasan untuk menjaga pintu tersebut dengan melayani, memuliakan, dan berbakti kepada mereka, atau menyia-nyiakannya hingga kehilangan kesempatan emas tersebut.
Dalam Islam, keridaan Allah terletak pada keridaan orang tua, dan murka Allah terletak pada murka orang tua.
• Al-Qadhi Baidhawi mengatakan,
“Bakti pada orang tua adalah pintu terbaik dan paling tinggi untuk masuk surga. Maksudnya, sarana terbaik untuk masuk surga dan yang mengantarkan pada derajat tertinggi di surga adalah lewat menaati orang tua dan berusaha mendampinginya.
Ada juga ulama yang mengatakan, ‘Di surga ada banyak pintu. Yang paling nyaman dimasuki adalah yang paling tengah. Dan sebab untuk bisa masuk surga melalui pintu tersebut adalah melakukan kewajiban kepada orang tua.’ (Tuhfah Al-Ahwadzi, 6: 8-9).
Kalau orang tua kita masih hidup, manfaatkanlah kesempatan berbakti padanya walau sesibuk apa pun kita. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments