Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Selamat Jalan Bu Rahmawati, Guru Sederhana yang Tanamkan Makna Kehidupan

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Selamat Jalan Bu Rahmawati, Guru Sederhana yang Tanamkan Makna Kehidupan
Guru SMP Muhammadiyah 2 Malang, Rahmawati MPd. Foto: Angga Adi Prasetya.
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
Oleh : Angga Adi Prasetya

Bahwa hidup tidak semata-mata tentang seberapa tinggi kita berdiri, tetapi juga tentang seberapa banyak orang yang pernah kita bantu untuk kembali berdiri.

Dirindukan karena Pernah Memberi Arti

Kepergian seorang guru bukan hanya kehilangan bagi keluarga. Tetapi juga bagi murid-murid yang pernah belajar darinya, rekan kerja yang pernah berjalan bersamanya, serta orang-orang yang pernah merasakan kebaikannya.

Kelak, mungkin murid-murid beliau tidak lagi mengingat seluruh materi yang pernah disampaikan.

Namun, mereka bisa jadi akan terus mengingat cara beliau mengajar, candaan yang membuat mereka tertawa, nasihat yang menguatkan, atau sikap sederhana yang membuat mereka merasa dekat.

Sebab, kenangan tentang seorang guru tidak selalu tumbuh dari hal-hal besar. Terkadang, justru dari hal-hal kecil yang dilakukan berulang kali dengan ketulusan.

Senyum yang sederhana. Sapaan yang hangat. Candaan yang menghidupkan suasana. Perhatian yang membuat seseorang merasa tidak sendirian.

Semua itu mungkin terlihat biasa ketika masih berlangsung. Namun, setelah seseorang tiada, hal-hal sederhana itulah yang justru terasa begitu berharga.

Kita pun belajar bahwa kehadiran seseorang tidak dapat dinilai hanya dari apa yang tampak di permukaan. Ada orang-orang yang tidak banyak menuntut perhatian, tetapi diam-diam memberikan begitu banyak arti bagi kehidupan orang lain.

Bu Rahmawati mengingatkan kita bahwa menjadi guru bukan sekadar menjalani profesi, melainkan juga meninggalkan pengaruh melalui keteladanan, kesungguhan, dan ketulusan.

Tetaplah Hidup, Jadilah Manfaat

Jika ada satu pelajaran yang layak kita bawa dari kepergian beliau, barangkali inilah:

Tetaplah hidup dengan menghadirkan manfaat bagi orang lain.

Bukan sekadar hidup untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, mengejar pencapaian pribadi, atau mengumpulkan pengakuan. Melainkan hidup dengan kesadaran bahwa kehadiran kita semestinya membawa kebaikan bagi sesama.

Kita tidak pernah tahu berapa lama waktu yang Allah berikan. Kita juga tidak tahu kapan kesempatan untuk menyapa, membantu, menghibur, dan menyemangati orang lain akan berakhir.

Karena itu, jangan terlalu sibuk ingin terlihat hebat hingga lupa menjadi pribadi yang bermanfaat.

Jangan terlalu mengejar pengakuan hingga kehilangan ketulusan. Dan jangan menunggu memiliki sesuatu yang besar untuk mulai berbuat baik.

Sebab, boleh jadi, hal sederhana yang kita lakukan hari ini menjadi kenangan paling berharga bagi seseorang pada masa mendatang.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Ada sebuah ungkapan reflektif yang terasa tepat untuk mengenang sosok beliau:

“Hiduplah dengan sederhana, tetapi jangan pernah hidup sia-sia. Hadirlah tanpa harus menjadi pusat perhatian, berbuatlah tanpa menunggu pujian, dan tebarkanlah kebaikan tanpa menghitung balasan. Sebab, ketika suatu hari langkah kita berhenti, yang akan tinggal bukanlah seberapa hebat kita terlihat, melainkan seberapa banyak hati yang pernah kita kuatkan dan kehidupan yang pernah kita beri manfaat.”

Bu Rahmawati, mungkin selama ini sebagian dari kita melihat Ibu sebagai sosok yang biasa. Namun, kepergian Ibu mengajarkan bahwa orang yang tampak sederhana pun dapat menyimpan makna yang luar biasa.

Terima kasih telah menjadi guru yang mengajar dengan hati. Terima kasih atas keceriaan, semangat, dan energi positif yang pernah Ibu hadirkan.

Juga terima kasih telah memberikan teladan bahwa pengabdian tidak selalu membutuhkan panggung, dan kebaikan tidak selalu membutuhkan tepuk tangan.

Kini, tugas Ibu di dunia telah usai. Namun, pelajaran tentang kesederhanaan, ketulusan, dan kebermanfaatan semoga terus hidup dalam diri orang-orang yang pernah mengenal Ibu.

Selamat jalan, Bu Rahmawati MPd.

Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf, menerima amal ibadah, melapangkan alam kubur, dan menempatkan Ibu di tempat terbaik di sisi-Nya.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan.

Ibu telah berpulang, tetapi kebaikan yang pernah Ibu tanam semoga terus tumbuh. Sebab, seseorang boleh saja pergi dari dunia, tetapi manfaat dari kehidupannya dapat terus tinggal di hati manusia.

Allahummaghfirlaha warhamha wa ‘afiha wa’fu ‘anha.

Ya Allah, ampunilah beliau, rahmatilah beliau, berikanlah keselamatan kepadanya, dan maafkanlah segala kesalahannya.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 23/10/2026 23:17
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu