Mentari pagi Jumat (10/4/2026) ini terasa mulai terik, seolah merayakan tahap pertama lembar terakhir Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) yang kemarin baru saja dikumpulkan.
Di tepi kebun sekolah SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik Jawa Timur yang rimbun dengan pohon mangga dan semilir angin tipis, suasana riuh mulai tercipta.
Bukan riuh karena menghafal rumus, melainkan karena persiapan pesta kecil-kecilan: membuat es buah segar.
Alas terpal panjang di bawah naungan pohon menjadi saksi bisu kesibukan murid 6 Ibnu Al-Haytham dan 6 Abu Rayhan Al-Biruni.
Murid laki-laki semangat menyiapkan 4 terpal dan menaranya sebelum dipakai. Dipandu guru kelas masing-masing, murid kelas VI mengikuti instruksi yang diberikan.
Murid perempuan cekatan menyiapkan bahan-bahannya, potret keseruan pagi itu begitu riuh rendah oleh suara para murid.
Bahan-bahan yang beradu warna dari buah segar mewarnai pagi, potongan semangka merah, melon hijau, nanas, apel, kiwi, alpukat, dan pepaya jingga memenuhi baskom besar.
Butiran nata de coco putih yang kenyal, dan biji selasih, sebagai penyeimbang rasa. Sebagai kuah es, campuran sirup cocopandan yang harum, susu kental manis, dan bongkahan es batu yang mulai berembun diaduk lembut.
Proses pembuatan es buah dari tangan-tangan yang kemarin masih memegang pena dengan tegang, kini lincah memegang sendok besar.
Ada yang bertugas memecah es batu, ada yang menuangkan sirup hingga air berubah menjadi merah muda pucat, dan ada yang sibuk mencicipi tingkat kemanisan.
Tawa pecah saat salah satu teman hampir terpeleset karena lantai tanah yang sedikit basah. Beban ujian seolah menguap bersama aroma sirup yang manis dan segarnya buah-buahan.
Menikmati hasil racikan mereka, diberikan kepada guru kelas. Setelah mendapatkan tanda jempol sebagai persetujuan rasa yang nikmat, gelas demi gelas plastik dibagikan, keheningan sejenak tercipta—hanya ada suara denting es batu dan seruputan nikmat. Tak lupa mereka membagikannya kepada guru-guru lain dan karyawan sekolah.
Kembali mereka duduk bersila melingkar di atas terpal, menikmati olahan es yang telah dibuatnya, rasa dinginnya membasuh tenggorokan, sekaligus membasuh rasa lelah setelah berhari-hari berkutat dengan soal asesmen.
Di tepi kebun itu, murid kelas VI tidak hanya berbagi es buah, tapi juga berbagi kelegaan. Langkah kecil merayakan berakhirnya satu tahap ujian ini terasa begitu berarti sebelum mereka melangkah ke tahap Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk selanjutnya melangkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments