
PWMU.CO – Tak ada Mercy, Odong-odongpun jadi, begini kira-kira ungkapan yang layak untuk rombongan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Kedungpring Dalam ikhtiar untuk turut menyemarakan Milad Nasyiatul Aisyiyah (NA) yang ke-93/96, sabtu (06/07/2024). Dua odong-odong siap diluncurkan.
Begitupula dengan salah satu Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) yang usianya terbilang sangat muda, PRNA Kradenanrejo.
Meskipun baru saja berdiri tapi semangat untuk menyaksikan kemeriahan semarak Milad Nasyiatul Aisyiah tetap membara.
Semarak milad yang di selenggarakan di Gedung Olahraga (GOR) Lamongan yang notabane bisa dikatakan jauh kalau ditempuh dengan odong-odong.
Namun hal ini tidak mengurangi tekat kader PRNA Kradenanrejo untuk menyaksikan pidato Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Emil Dardak yang kebetulan juga turut hadir sang Istri Ibu Arumi Bachsin sebagai narasumber dalam Talkshow Inspiratif.
Kurang lebih enam puluh sampai sembilan puluh menit waktu yang di butuhkan untuk menempuh perjalanan dari desa Kradenarejo menuju GOR.
Meskipun jauh namun Milad NA yang bertemakan “Gotong Royong untuk Kemanusiaan Semesta” sangat berkesan bagi kader, khususnya kader dari PRNA Kradenanrejo.
Evi Nurnyana salah satu kader PRNA Kradenanrejo menuturkan bahwa ini merupakan untuk pertamakalinya mengikuti Acara NA, ada kesenangan tersendiri.

Karena bisa bergabung dengan teman-teman, banyak menambah kenalan. Luar biasa NA bisa membuat acara semeriah itu.
Serta banyak menambah wawasan serta motivasi agar bisa ikut serta dalam acara-acara NA selanjutnya. Hingga memunculkan ghiroh untuk aktif selalu dalam kegiatan NA.
Acara yang dihadiri kurang lebih tiga ribu peserta, sehingga memenuhi GOR ini juga memberikan kesan bagi kader yang lain.
Meylatif misalnya, merasakan kebanggan tersendiri sebagai anggota, kemudian melihat para pemenang dan mendapatkan hadiah. Hingga memunculkan tekat untuk memenangkan lomba yang akan diadakan dikemukakan hari, jika ada.
Tentunya masih banyak metode yang digunakan kader untuk sampai di acara tersebut yang dimulai jam 6 pagi, seperti; motoran sendiri, naik odong-odong, Pickup terbuka bahkan ada yang naik motor roda tiga dengan bak terbuka tanpa dan tidak ada satupun yang memakai jaket, di tengah terjangan udara dingin yang kurang bersahabat.
Melihat fenomena ini saya jadi mengingat film pendek Tilik yang rilis pada tahun 2018, akan selalu ada Bu Tejo Bu Tejo dalam setiap gerbong rombongan NA. SIapa Bu Tejo dalam rombongan kalian?
Penulis Nur Aini Azizah Editor Azrohal Hasan






0 Tanggapan
Empty Comments