Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan menggelar Seminar Digital sekaligus Turba Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur, Ahad (26/10/2025), di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lamongan. Kegiatan ini mengusung tema “Akselerasi Bisnis Perempuan Muda: Strategi Go Digital dan Optimalisasi Pendapatan di Marketplace.”
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 90 persen pimpinan cabang dan pimpinan ranting se-Kabupaten Lamongan. Turut hadir perwakilan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Lamongan, Bunda Utami, serta perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Ayahanda Siswa To, yang turut memberikan semangat kepada para peserta.
Dua tamu istimewa dari PWNA Jawa Timur, Ayunda Hadiatul, S.H., M.H., dan Elok Dwi Kusumaningtyas, S.H.I., juga hadir dalam kegiatan tersebut. Selain itu, seminar ini menghadirkan pemateri muda dan berpengalaman, Suprayetno, S.Keb., Ns., perawat RS Muhammadiyah Lamongan sekaligus Ketua DMC RSML.
Suprayetno juga aktif di berbagai organisasi Muhammadiyah, antara lain sebagai Ketua PCPM Solokuro, Ketua Unit Fungsi Bulan Sabit Merah Bidang KOKAM PP Pemuda Muhammadiyah, anggota tim EMG Muhammadiyah MDMC PP, serta anggota MPKSDI PWM Jawa Timur.
Tantangan Bisnis Digital
Dalam pemaparannya, Suprayetno menyebutkan sejumlah tantangan dalam berbisnis secara digital, di antaranya gagap teknologi (gaptek), malas bergerak (mager), minim ide atau gagasan, keinginan instan untuk cepat sukses, serta keterbatasan modal.
“Semua itu harus dihilangkan ketika sudah terjun di dunia bisnis berbasis digital,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa warga Muhammadiyah sebagai umat berkemajuan harus mampu bergerak cepat dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Tidak hanya salat yang berjamaah, ekonomi pun harus berjamaah,” katanya sambil tersenyum menyemangati peserta.
Dukungan Muhammadiyah untuk Ekonomi Jamaah
Suprayetno menjelaskan, Muhammadiyah mendukung jamaahnya yang bergerak di bidang perdagangan melalui pembentukan Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU). Tujuannya agar pelaku usaha dapat mengakses pasar yang lebih luas. Salah satu bentuknya adalah Jagalaba, sebuah marketplace dengan sistem operasional efisien, biaya promosi rendah, fleksibel, serta proses yang cepat.
Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Lamongan, Arika Karim, menyampaikan harapannya agar para pebisnis perempuan muda, khususnya kader Nasyiatul Aisyiyah Lamongan, mampu mengakselerasi usaha dan mengoptimalkan pendapatan melalui strategi digital marketplace.






0 Tanggapan
Empty Comments