Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Seminar Parenting KKN UMG Kupas Peran Orang Tua di 1000 Hari Pertama Anak

Iklan Landscape Smamda
Seminar Parenting KKN UMG Kupas Peran Orang Tua di 1000 Hari Pertama Anak
Foto bersama setelah kegiatan seminar parenting (Julia Rahma Pancawati/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 8 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) dari Program Studi Psikologi menggelar seminar parenting bertema “Peran Orang Tua dalam 1000 Hari Pertama: Pengelolaan Emosi dan Perilaku Anak.”

Kegiatan yang digelar pada Selasa (12/8/2025) ini diikuti oleh belasan wali murid dari KB Al-Firdaus dan RA/BA/TA RAM NU 173 Mar’atus Sholihah di Dusun Tanggulangin, Kecamatan Balongpanggang, Gresik.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua KKN Kelompok 8, Achmad Syauqi Al Munawwir.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat memberikan wawasan baru yang bermanfaat bagi para orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak mereka.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi ice breaking yang dipandu oleh salah satu mahasiswa KKN sebelum memasuki materi inti.

Sesi pembuka disampaikan oleh salah satu mahasiswi psikologi, Nur Aulia Rahmah Prayugo, yang menyoroti pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak.

Ia menjelaskan bahwa sejak di kandungan hingga usia dua tahun, perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat sehingga membutuhkan stimulasi yang positif.

“Sentuhan hangat, pelukan, ajakan berbicara, hingga respons penuh kasih sayang akan membentuk fondasi emosi dan perilaku anak,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa orang tua memiliki peran penting sebagai teladan dalam mengelola emosi sekaligus menjadi sumber rasa aman bagi anak.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Selanjutnya, materi utama dibawakan oleh Ainul Fikriyah Lismayati MPsi Psikolog, yang memperkenalkan konsep pola asuh otoritatif sebagai pendekatan terbaik dalam mendidik anak.

Menurutnya, pengalaman negatif dan stres yang terjadi berulang kali pada masa awal kehidupan dapat mengganggu perkembangan otak anak.

Sebaliknya, pola asuh yang tegas namun penuh kasih akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan memiliki kesehatan mental yang baik.

Diskusi berlangsung interaktif, di mana para ibu saling berbagi pengalaman dalam menghadapi anak yang tantrum hingga menunjukkan perilaku agresif, seperti memukul.

Dalam sesi tersebut, Ibu Ainul memberikan sejumlah solusi praktis, antara lain: membangun komunikasi yang terbuka, menjadi teladan positif, serta menerapkan disiplin tanpa kekerasan.

Seminar ditutup dengan pesan bahwa mendidik anak bukanlah soal kesempurnaan, melainkan tentang proses belajar yang terus menerus. Dengan pola asuh yang tepat dan penuh kasih sayang, orang tua dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat, penuh cinta, dan siap menghadapi masa depan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu