Dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 RI, KB (Kelompok Bermain) Aisyiyah Griya Kencana mengadakan lomba ibu dan anak yang penuh keceriaan. Lomba ini menguji kekompakan antara ibu dan anak dalam mengupas jeruk yang disediakan panitia, Ahad (24/8/2025).Musim panen raya jeruk pada Juli–Agustus dimanfaatkan oleh KB Aisyiyah Griya Kencana untuk menggelar lomba bertema jeruk. Dengan bahan mudah didapat dan harga terjangkau, lomba unik ini menarik perhatian siswa dan orang tua. “Emmm… manis jeruknya,” ucap Saga sambil mencicipi jeruk saat perlombaan berlangsung.
Acara yang digelar di area bermain KB Aisyiyah Griya Kencana, Perum Griya Kencana 1P/19 Mojosarirejo, Driyorejo, Gresik ini diikuti oleh 15 siswa bersama ibunda masing-masing. Lomba dilaksanakan dua kali putaran dan langsung ditentukan juara pertama dan kedua.
“Siswa yang selesai mengupas jeruk dan menyuapi bundanya serta dipastikan habis dimakan maka akan dinyatakan sebagai pemenang,” jelas Zulfa Islahul Mujtahidah, MC acara. Ia menambahkan, “Bunda tidak boleh membantu mengupas jeruknya agar siswa belajar motorik kasarnya juga. Instruksi boleh disampaikan kepada ananda.”

Sejak pukul 07.30 WIB siswa sudah berkumpul di area bermain. Kursi untuk para bunda telah tertata rapi, sementara di depan garis start tersedia keranjang bambu berisi jeruk madu berwarna kuning kehijauan. Sesuai aba-aba, siswa berlari mengambil satu jeruk lalu kembali ke bundanya untuk menerima instruksi mengupas.
“Ayo kupas pakai jari di bagian tengah dulu. Tarik kulitnya… ayo cepat… cepat,” seru Dian Prestiani, ibunda Arkan Said Ramadhan. Rama, sapaan akrab Arkan, sempat kebingungan karena banyak suara instruksi terdengar. Ia sesekali menoleh ke teman di sebelahnya yang lebih dulu berhasil mengupas jeruk. Meski tangannya belepotan, akhirnya Rama berhasil menyuapkan jeruk ke mulut ibundanya.
Berbeda dengan Almira Khanza Salsabila. Ia mengupas jeruk perlahan tetapi pasti. “Ini pertama kalinya Khanza mengupas jeruk sendiri, sedikit agak geregetan karena lama sekali mengupasnya,” ujar Annisa Ulil Jannahtu Firdaus, sang ibunda. “Meskipun sedikit menguras emosi karena memberikan instruksi, tapi lombanya seru. Ini pertama kali lomba unik tujuhbelasan yang melibatkan ibu dan anak,” imbuhnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments