Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Siswa Kelas 3 SDMM Investigasi Air Leri, Ubah Limbah Katering Jadi Nutrisi Tanaman

Iklan Landscape Smamda
Siswa Kelas 3 SDMM Investigasi Air Leri, Ubah Limbah Katering Jadi Nutrisi Tanaman
Siswa kelas 3 SDMM Gresik saat mengikuti kegiatan investigasi air leri melalui praktik mencuci beras di halaman sekolah pada Senin (5/10/2026). Foto: Askiyatin.
pwmu.co -

Siswa kelas 3 SD Muhamadiyah Manyar (SDMM) Gresik menggelar investigasi air leri melalui praktik mencuci beras di halaman sekolah pada Senin (5/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini merupakan bagian dari projek STEM (Science, Technology, Engineering, and Math) bertajuk CUAN (Cinta Untuk Alam dan Tanaman).

Agenda ini menjelaskan tentang Optimalisasi Air Leri Katering Sekolah, dengan menerapkan model Project-based Learning (PjBL) Laboy-Rush.

Aksi edukatif ini masuk dalam tahap Research (Penelitian), melanjutkan tahap Reflection (Refleksi) yang telah dilakukan sebelumnya.

Para siswa diajak menelusuri asal-usul air leri setelah mengobservasi sisa produksi katering sekolah dan menganalisis dampaknya jika dibuang terus-menerus.

Eksplorasi Kandungan Nutrisi

Dalam pelaksanaannya, siswa bekerja secara berkelompok mencuci 3 kg beras sebanyak tiga kali bilasan. Air cucian tersebut ditampung dan diukur menggunakan botol mineral 1 liter.

Dari investigasi ini, diperoleh data bahwa 3 kg beras menghasilkan 13 botol air leri. Berdasarkan hasil wawancara dengan Chef di katering sekolah, didapatkan data bahwa katering memasak 15 kg beras per hari, potensi air leri yang dihasilkan mencapai 65 botol atau 65 liter sehari.

Melalui media “Kartu Nutrisi Air Leri”, siswa juga mengeksplorasi kandungan nutrisi seperti karbohidrat, vitamin B1, nitrogen, fosfor, dan mikroba baik.

Dengan rasio 1 botol air leri untuk 4 pot, potensi 65 botol air leri sehari mampu menyirami hingga 260 pot tanaman di lingkungan sekolah.

Ketua Jenjang Kelas 3, Sri Isna Wardhani mengungkapkan rasa bangganya terhadap antusiasme para siswa selama kegiatan berlangsung.

SMPM 5 Pucang SBY

“Melihat anak-anak begitu antusias mempraktikkan investigasi ini sangat membahagiakan” terang Sri.

Tumbuhkan Kepedulian pada Lingkungan

Menurutnya, pembelajaran STEM ini tidak hanya mengasah literasi sains dan matematika mereka secara praktis. Tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian lingkungan sejak dini.

“Luar biasa melihat mereka menyadari potensi besar dari bahan yang tadinya dianggap limbah” tambahnya.

Kesan penuh semangat juga disampaikan oleh salah satu siswa kelas 3, Alzam.

“Seru banget! Aku baru tahu kalau air cucian beras yang biasanya dibuang ternyata banyak manfaatnya buat tanaman. Tadi kami hitung bareng-bareng sama teman kelompok, ternyata air leri dari katering sekolah bisa buat menyiram banyak sekali pot di sekolah” serunya.

Rangkaian projek STEM ini masih terus berlanjut. Memasuki tahap Application (Aplikasi), para siswa akan berkreasi merancang tempat penampungan air leri katering.

Sistem penampungan ini nantinya dikombinasikan dengan alat penyiram tanaman inovasi karya kakak kelas 6 dari projek STEM tahun sebelumnya.

Langkah kecil para siswa SDMM ini menjadi bukti nyata bahwa kesadaran menjaga lingkungan dapat dipupuk melalui pembelajaran yang menyenangkan dan bernilai guna.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 09/10/2026 21:38
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu