Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Siswa Kelas 6 Sekolah Kreatif 20 Lakukan Observasi ke Ampel Surabaya sebagai Bentuk Aplikasi Pembelajaran TBC

Iklan Landscape Smamda
Siswa Kelas 6 Sekolah Kreatif 20 Lakukan Observasi ke Ampel Surabaya sebagai Bentuk Aplikasi Pembelajaran TBC
Para siswa kelas 6 Sekolah Kreatif 20 Surabaya melihat langsung makam KH Mas Mansyur di Ampel Surabaya. (Rudi Ircham/PWMU.CO)
pwmu.co -

Siswa kelas VI Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya melaksanakan kegiatan pembelajaran luar kelas (outdoor learning) di kompleks Makam Sunan Ampel, Surabaya, Senin (13/10/2025). Kegiatan ini merupakan salah satu ciri khas Sekolah Kreatif 20 yang menekankan pembelajaran kontekstual dengan mengaitkan materi di kelas pada pengalaman nyata di lapangan.

Kegiatan ini berkaitan dengan pelajaran Al-Islam dan Bahasa Indonesia, di mana siswa diajak untuk mengamati langsung praktik keagamaan dan nilai-nilai budaya masyarakat. Sebelumnya, mereka telah mendapatkan materi tentang TBC (Takhayul, Bid’ah, dan Khurafat) yang disampaikan oleh Ustaz Harun, guru Al-Islam kelas VI.

Tujuan utama kegiatan ini bukan hanya memberikan pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga menanamkan pemahaman kepada siswa mengenai fenomena keagamaan di masyarakat, khususnya terkait tata cara yang benar dalam mendoakan orang yang telah meninggal.

Selain itu, siswa diharapkan mampu menjadi agen syiar bagi keluarga dan lingkungannya untuk menyebarkan pemahaman yang benar tentang ajaran Islam dan menghindari bentuk-bentuk kesyirikan.

Sebelum berangkat, para ustaz dan ustazah memberikan arahan mengenai etika observasi dan wawancara di area makam. Setiap siswa dibekali lembar kerja observasi berisi kolom nama, asal, dan tujuan para pengunjung. Hal ini dilakukan agar siswa dapat melakukan wawancara dengan sopan dan menghormati suasana di kompleks makam.

Observasi

Selama kegiatan, para siswa tidak hanya melakukan observasi terhadap pengunjung Makam Sunan Ampel, tetapi juga mengunjungi Makam KH. Mas Mansyur, salah satu tokoh pendiri Muhammadiyah asal Surabaya. Mereka tampak antusias melakukan wawancara dengan pengunjung.

“Pak, boleh saya minta waktunya sebentar untuk wawancara?” tanya Agha, siswa kelas VI Din Syamsudin, kepada salah satu pengunjung bernama Pak Juneidi. “Tujuan jenengan ke Ampel apa ya, Pak?” lanjutnya. “Saya ke sini untuk ziarah sekaligus tawasul, Mas,” jawab Pak Juneidi ramah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Kegiatan observasi juga dilakukan di beberapa titik sekitar Pasar Ampel, dengan pengawasan ketat dari ustaz dan ustazah pendamping. Meskipun suasana tidak seramai hari Kamis, para siswa mampu menyelesaikan tugas wawancara dan mengumpulkan data primer dengan baik.

Setelah kembali ke sekolah, para siswa melakukan review dan diskusi hasil observasi bersama guru pendamping. Mereka kemudian menyusun laporan sederhana dan mempresentasikan hasil temuan mereka di kelas.

Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya, Muhammad Ain, M.Pd.I, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman siswa terhadap ajaran Islam yang murni dan kontekstual.

“Kami berharap para siswa memahami dengan benar apa yang mereka pelajari dan mampu mengaitkannya dengan realitas sosial di masyarakat. Dengan begitu, mereka bisa tumbuh menjadi tunas pembaharu bangsa yang berkemajuan,” ujarnya.

Para ustaz dan ustazah kelas VI juga berharap para siswa terus menjadi generasi penerus yang menjaga syiar Muhammadiyah dalam semangat amar ma’ruf nahi munkar. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu