Langit sore Kota Batu berubah menjadi panggung penuh warna ketika puluhan layangan buatan siswa SMP Muhammadiyah 8 Batu (MUDEBA) terbang tinggi menghiasi udara, Jumat (15/8/2025). Momen indah ini hadir dalam Festival Kemerdekaan M8, perayaan yang digelar untuk memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.
Mengusung tema “Bahagia Berkarya”, festival ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas, melatih kerja sama, sekaligus menumbuhkan semangat persatuan. Salah satu kegiatan yang paling menyedot perhatian adalah Lomba Kreasi Layangan.
Sebanyak 19 tim yang terdiri dari perwakilan tiap kelas ikut berpartisipasi. Mereka ditantang membuat layangan dalam dua kategori ukuran: layangan kecil dan layangan besar. Persiapan lomba tidak hanya sebatas memotong bambu dan menyusun kertas, tetapi juga melalui proses panjang penuh pembelajaran.
Para siswa belajar menyusun kerangka dengan presisi, mengukur dengan cermat agar layangan bisa terbang stabil, sekaligus menambahkan sentuhan artistik lewat warna dan motif pilihan mereka. Ada yang menggambar simbol perjuangan, ada yang menghias dengan ornamen Islami, dan ada pula yang menampilkan pola unik hasil kreativitas kelompok.
Di balik setiap layangan, tersimpan cerita tentang kerja sama tim, kekompakan, ketelitian, dan ketekunan. Bagi para siswa, kemenangan bukanlah tujuan utama. Lebih dari itu, mereka merasakan kepuasan saat karya mereka berhasil mengudara, membelah angin, dan memukau penonton.
Puncak lomba berlangsung Jumat (15/8/2025) di Lapangan Sisir, Kota Batu, mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Meski terik matahari terasa menyengat, semangat para siswa tak pernah surut. Suasana lapangan dipenuhi tawa riang, teriakan penyemangat dari teman sekelas, hingga decak kagum warga sekitar yang ikut menyaksikan.
Pesan Karakter dan Kearifan Lokal
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Muhammadiyah 8 Batu, Akbar, menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar permainan tradisional.
“Lewat lomba ini, siswa belajar bahwa kebahagiaan lahir dari proses berkarya bersama. Mereka tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga melestarikan kearifan lokal membuat layangan yang sarat makna. Inilah warisan budaya yang perlu dijaga oleh generasi muda,” ujarnya.
Sebagai Ketua Lembaga Seni Budaya Muhammadiyah Kota Batu, Akbar juga menekankan pentingnya menjaga tradisi yang mulai jarang digelar di era serba digital. Menurutnya, melalui lomba layangan, anak-anak tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga merasakan kebahagiaan kolektif yang jarang ditemui dalam permainan gawai.
Lebih dari Sekadar Layangan
Festival Kemerdekaan M8 tidak hanya menghadirkan lomba layangan. Rangkaian kegiatan lain turut memeriahkan suasana, di antaranya:
- Lomba Kaligrafi Kontemporer, memadukan seni tulis Arab dengan sentuhan modern.
- Kreasi Makan Bekal Bergizi, mengajak siswa menciptakan menu sehat penuh gizi.
- Cosplay Pahlawan Kemerdekaan, menghadirkan tokoh-tokoh sejarah lewat penampilan siswa.
- Koreo Lagu Kemerdekaan, menyatukan gerakan seni dan musik penuh semangat.
- Orasi Kemerdekaan, melatih kemampuan berbicara sekaligus menyuarakan gagasan tentang cinta tanah air.
Seluruh lomba dirancang untuk memperkaya pengalaman belajar siswa, menumbuhkan kreativitas, sportivitas, nasionalisme, sekaligus kebersamaan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments