Kegiatan daurah tahfiz Al-Qur’an bagi siswa kelas 1 hingga 4 program tahfiz diselenggarakan oleh SD Muhammadiyah 1 Pucang Anom Sidoarjo pada Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat hafalan sekaligus meningkatkan motivasi belajar Al-Qur’an bagi para siswa.
Wakil Kepala Sekolah bidang ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab), Nurul Yakin, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pelaksanaan daurah kali ini memiliki perbedaan dengan pelaksanaan daurah sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa terdapat penyesuaian durasi kegiatan bagi masing-masing jenjang kelas.
“Daurah kali ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya, karena pada hari ini kelas tiga dan empat yang bermalam. Anak-anak mondok dulu dan pulang besok pagi. Sedangkan kelas satu dan dua mondoknya sampai nanti malam pukul delapan,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan salat Asar berjamaah di Masjid Al-Falah SD Muhammadiyah 1 Pucang Anom. Salah satu siswa, Abdullah Alammah Harun El Rumi dari kelas 2 Abu, bertugas sebagai muazin dan mengumandangkan azan dengan suara lantang. Seluruh siswa mengikuti salat dengan tertib.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Pucang Anom Sidoarjo, Moh Saifullah Rochim, S.E., M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengajak siswa memahami makna daurah serta menyampaikan beberapa hal terkait proses menghafal Al-Qur’an.
“Anak-anak mohon diperhatikan, tips sukses menjadi penghafal Al-Qur’an adalah niat menghafal karena Allah Swt,” ujar Saifullah di hadapan siswa-siswinya.
Selanjutnya, para siswa-siswi diminta membaca Surah Al-Ikhlas dalam hati sebagai bagian dari penguatan niat. Kepala sekolah juga menyampaikan pentingnya memohon doa kepada orang tua serta dukungan dari para guru dalam proses menghafal.
Ia kemudian menutup sambutannya dengan doa dan pesan untuk anak didiknya agar sungguh-sungguh selama kegiatan berlangsung.
“Ya Allah semoga kegiatan daurah ini bisa menguatkan hafalan anak-anakku. Mudahkan anak-anak dalam menghafal”
Setelah sambutan, para siswa mengikuti kegiatan inti dengan dibagi ke dalam kelompok daurah masing-masing. Mereka menyetorkan hafalan kepada munaqisy (orang yang menguji hafalan) sesuai dengan capaian masing-masing.
Salah satu peserta, Khadeejah Altafunnisa dari kelas 2 Abu, menyampaikan kesan mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku merasa antusias sekaligus tegang saat mengikuti proses daurah.
“Seneng banget bisa ikutan daurah. Deg-degan juga sih. Aku tiap hari murajaah sama bundaku, biar pas setor hafalan nanti aku lancar. Alhamdulillah tadi aku bisa”
Selain kegiatan hafalan, siswa juga dibiasakan menerapkan adab Islami selama kegiatan berlangsung, seperti berwudu, salat berjamaah, serta makan dengan tertib. Para siswa tampak berbaris rapi saat mengambil makanan dan membaca doa sebelum makan bersama.
Koordinator kegiatan, Suhairi, M.Pd.I, menyampaikan pentingnya memberikan motivasi kepada siswa agar tetap semangat dalam menghafal dan murajaah Al-Qur’an. Ia berharap kegiatan ini dapat melatih kesabaran dan konsistensi siswa dalam menjaga hafalan.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembiasaan adab islami, seperti adab menata sandal, masuk dan keluar masjid, tata cara berwudu, serta adab makan dan minum. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk laporan perkembangan hafalan siswa kepada orang tua.
Suhairi turut berharap melalui program daurah ini, hafalan siswa dapat semakin kuat dan terjaga dengan baik. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments