Masjid At-Taqwa Desa Tulung, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik terasa lebih sakral saat pelaksanaan salat Tarawih.
Berbeda dari biasanya, imam dan penceramah yang memimpin jalannya ibadah bukanlah tokoh agama senior, melainkan siswa sekolah yang tengah menjalankan misi dakwah di kampung halamannya.
Dalam semarak Ramadan 1447 H, SMK Muhammadiyah 2 (SMK Muda) Gresik menerjunkan tim terbaiknya melalui program Safari Ramadan.
Bukan sekadar kunjungan biasa, anggota tim yang berasal dari para siswa ini mendapat mandat penuh melakukan pengabdian langsung di jantung masyarakat, mulai dari menjadi imam tarawih, penceramah, hingga mentor mengaji di TPQ wilayah Benjeng, Balongpanggang, dan Kedamean.
Kejutan di Atas Mimbar
Momen di Masjid At-Taqwa menjadi salah satu yang paling emosional.
Dua siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), Firmansyah (Kelas XII) dan Dwin Ardiansyah (Kelas XI), memberikan kejutan bagi tetangga dan keluarga mereka sendiri.
Firmansyah, yang biasanya berdiri di barisan jamaah, kini tampil percaya diri memimpin sholat Isya dan Tarawih sebagai imam.
“Rasanya campur aduk, antara haru dan bangga. Bisa mengimami keluarga, tetangga, dan teman-teman kecil di desa sendiri adalah pengalaman spiritual yang luar biasa berharga,” ungkap Firmansyah dengan mata berbinar.
Tak kalah memukau, Dwin Ardiansyah sukses mencuri perhatian jamaah saat menaiki mimbar untuk menyampaikan kultum.
Baginya, berdiri di depan warga kampung sendiri adalah ujian mental sekaligus pembuktian kualitas pendidikan karakter di sekolahnya.
“Ini benar-benar surprise untuk warga. Mereka tidak menyangka ‘anak tetangga’ mereka kini berani berdakwah di atas mimbar,” tuturnya antusias.
Menyemai Benih Kader di Wilayah Baru
Safari Ramadan tahun ini memiliki nilai strategis, khususnya bagi Cabang Muhammadiyah Kedamean yang tergolong baru berdiri.
Masjid At-Taqwa, yang menjadi pusat kegiatan, memerlukan suntikan energi dari generasi muda untuk menghidupkan syiar Islam.
Ketua Takmir Masjid At-Taqwa, Pak Iman, memberikan apresiasi tinggi.
Menurutnya, kehadiran siswa SMK Muda Gresik adalah angin segar bagi regenerasi kader di wilayahnya.
“Kami butuh keberanian anak-anak muda seperti ini. Ini bukan sekadar tugas sekolah, tapi langkah nyata mencetak kader penerus persyarikatan,” tegasnya.
Muhtar Al Haq, guru pendamping, menjelaskan bahwa program ini adalah laboratorium sosial bagi siswa.
Di sini, kompetensi teknis yang mereka peroleh di sekolah dipadukan dengan kematangan spiritual.
“Kami ingin lulusan SMK Muda tidak hanya mahir di bidang vokasi, tapi juga tangguh dalam berdakwah dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” pungkasnya.
Melalui Safari Ramadan 2026, SMK Muda Gresik membuktikan bahwa pendidikan terbaik adalah yang mampu memulangkan siswanya ke masyarakat dengan membawa manfaat nyata.***






0 Tanggapan
Empty Comments